Berita

Nusantara

Kemendes Gandeng Tokoh Agama Kawal Dana Desa

SABTU, 21 OKTOBER 2017 | 13:09 WIB | LAPORAN:

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes), Eko Putro Sandjojo, akan memperluas keterlibatan masyarakat dalam pengawasan penggunaan dana desa. Salah satunya dengan menggandeng tokoh agama.

"Karena disinyalir ada banyak desa yang masih belum melibatkan masyarakat," katanya di sela penandatanganan MoU dengan Gereja Masehi Injil Timor (GMIT) di Kantor Kemendes PDTT, Jakarta, Sabtu (21/10).

Eko berharap kerja sama dengan GMIT dapat diikuti oleh lembaga-lembaga keagamaan lain. Mengingat tokoh agama sangat disegani masyarakat, sehingga akan berkontribusi positif terhadap pengawasan penggunaan dana desa.


"Agar kepala desa tidak terjebak pada moral hazzard," ujarnya.

Langkah menggandeng tokoh agama juga merupakan salah satu cara yang akan dilakukan untuk menjawab tantangan Presiden Joko Widodo yang meminta optimalisasi penggunaan dana desa.  

"Ketika Pak Presiden meminta untuk dipastikan menggunakan sistem swakelola, maka gereja dan tokoh agama lain dapat ikut mengawasi," jelas Eko.

Ketua Komisi V DPR RI, Fairy Djemi Francis, menambahkan bahwa mendorong lebih banyak partisipasi masyarakat juga menjadi catatan yang diberikan pihaknya kepada Kemendes.

"Para tokoh agama ini nantinya bisa dilibatkan sejak perencanaan, sampai pengawalan," ujarnya.

Senada, Ketua Sinode GMIT, Pendeta Louise Merry Kolimon, menyambut baik kerja sama itu. Menurutnya, gereja akan ikut aktif terlibat dalam pembangunan desa.

"Terdapat dua ribu gereja lokal di bawah GMIT ini yang merupakan gereja protestan di wilayah timur. Dan terdapat 1.300 pendeta yang siap melayani di desa-desa," jelasnya.

Kesepahaman bersama sendiri meliputi pemberdayaan masyarakat melalui dana desa, peningkatan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan, peningkatan kesehatan masyarakat, peningkatan ekonomi masyarakat. Serta  pengawasan dan pemanfaatan penggunaan dana desa. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya