Berita

Mengenang Raja Bhumibol/Net

Global

Satu Tahun Wafatnya Raja Bhumibol, Warga Thailand Mengheningkan Cipta 89 Detik

JUMAT, 20 OKTOBER 2017 | 14:01 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Warga Thailand memperingati satu tahun kematian Raja Bhumibol Adulyadej dengan upacara khidmat dan tindakan pengabdian pribadi pada hari ini (Jumat, 20/10).

Pemakaman Raja Bhumibol itu sendiri akan dilakukan selama lima hari dengan tradisi khusus akhir bulan ini.

Peringatan resmi satu tahun kematian Raja Bhumibol diselenggarakan di Rumah Sakit Siriraj Bangkok, di mana ia meninggal, dan di Government House dan istana kerajaan.


Tetapi banyak orang biasa menunjukkan penghormatan mereka di jalanan, di pasar lingkungan dan kuil.

Di luar rumah sakit, pelayat berpakaian hitam memberikan sedekah kepada arak-arakan panjang biksu Buddha dan bergabung dengan perawat dan dokter dalam doa.

Mendiang Raja Bhumibol meninggal dunia pad ausia 88 tahun setelah tujuh dekade menjadi simbol pemersatu negara.

Kremasinya akan dilakukan pada 26 Oktober. Lebih dari 12 juta orang, atau hampir seperlima populasi Thailand, telah mengunjungi ruang tahta istana dimana jasadnya disemayamkan setahun terakhir.

Raja meninggalkan kenangan baik bagi warga Thailand karena pekerjaan amal, kerendahan hati pribadinya dan sebagai simbol stabilitas di sebuah negara yang sering diguncang oleh gejolak politik.

Pemerintah militer Thailand meminta masyarakat untuk mengheningkan cipta selama 89 detik pada hari Jumat pukul 3.52 sore, yang menandai waktu resmi kematian Bhumibol dalam arti yang ditekankan oleh budaya Thailand pada tahun ke-89. Demikian seperti dimuat Pattayamail. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya