Berita

Nusantara

Danau Indonesia Terancam, Kepala Daerah Temui Senator Di Jakarta

JUMAT, 20 OKTOBER 2017 | 04:47 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Bupati dan Wakil Bupati dari daerah yang terdapat danau menyambangi gedung DPD RI di Jakarta untuk menyampaikan aspirasi soal permasalahan danau. Keberadaan danau saat ini dianggap terancam kelestariannya. Oleh karena itu, melalui audiensi tersebut, para senator diharapkan mampu mendorong pemerintah untuk menciptakan sistem pengelolaan danau yang lebih baik.

Saat menerima audiensi tersebut, Wakil Ketua DPD Nono Sampono mengatakan DPD akan mewadahi aspirasi tersebut sebagai kepentingan daerah. Keberadaan danau dianggap memberikan manfaat penting bagi daerah, seperti pariwisata, ketahanan pangan, irigasi ataupun perikanan.

"Dalam rangka konservasi danau yang menjadi kewajiban kita bersama dan negara harus kita didorong kesana agar memungkinkan untuk perawatan atau rehabilitasi yang sudah rusak. Masalah lingkungan selalu menjadi perhatian kita," sebut dia di Ruang Delegasi Pimpinan DPD RI, Senayan, Jakarta, Kamis (19/10).


Nono berpesan agar setiap kepala daerah yang memiliki danau di kawasannya, memberikan edukasi kepada stakeholders dan masyarakat mengenai kondisi danau saat ini. Karena selama ini banyak masyarakat yang belum memahami kondisi dan situasi danau, termasuk potensi kerusakan dan akibatnya kepada masyarakat.

Senator dari Provinsi Maluku ini selanjutnya akan mengkomunikasikan masalah danau kepada pemerintah, baik melalui pertemuan dengan Presiden ataupun rapat kerja Komite dengan kementerian terkait.

"Nanti kalau saya ketemu Presiden pada momen yang tepat akan saya sampaikan. Kalau Presiden sepakat, forum ini dapat bertemu dengan Presiden beserta menteri terkait. Nanti disampaikan disana, anggap aja sebagai rapat kabinet terbatas," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Komite II DPD Parlindungan Purba mengatakan terkait masalah danau, Komite II mengusulkan adanya pembentukan Badan Revitalisasi Danau. Badan tersebut akan memfokuskan pada konsep revitalisasi dan pengelolaan sesuai dengan kelestariannya, baik untuk danau yang rusak ataupun danau yang belum rusak.

Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mengatakan pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut atas Deklarasi Limboto yang terdapat dalam Konferensi Danau Nusantara di Gorontalo tanggal 21-23 September 2017. Nelson menginginkan agar danau-danau di Indonesia tidak rusak. Saat ini langkah pengelolaan kelestarian danau kurang maksimal karena hanya memfokuskan pada hilir, bukan pada aspek pencegahan.

Dia juga meminta adanya DAK khusus yang dialokasikan untuk pelestarian danau. Oleh karena itu melalui DPD dirinya meminta agar isu pengelolaan dan pelestarian danau dibawa ke tingkat nasional untuk dirumuskan kebijakan pemerintah. DPD dianggap sebagai wakil daerah yang memiliki posisi strategis untuk membantu merumuskan solusi atas permasalahan kerusakan danau di Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua Komite II DPD I Kadek Arimbawa dan Aji Mirza, Senator dari Sumatera Barat Emma Yohana, dan Senator dari Gorontalo Rubaeti Erlita. Selain itu, dari kepala daerah yang hadir adalah Wakil Bupati Agam, Plh Bupati Jayapura, Bupati Banggai, Bupati Samosir dan Bupati Semarang. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya