Berita

Asfinawati/RMOL

Nusantara

Harapan Massa Aksi Kamisan Untuk Jokowi Sudah Pupus

KAMIS, 19 OKTOBER 2017 | 21:46 WIB | LAPORAN:

Aksi Kamisan yang menuntut penuntasan kasus pelanggaran hak asasi manusia masa lalu kembali digelar di depan Istana Merdeka, Jakarta, kamis (19/10). Aksi yang sudah masuk ke-510 kali itu, menuntut pemerintah Joko Widodo menjalankan amanat reformasi 1998.

Enam amanat reformasi tersebut di antaranya adili Soeharto dan kroni-kroninya, cabut Dwifungsi ABRI, hapuskan budaya KKK (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme), otonomi daerah seluas-luasnya, amandemen UUD 1946 dan tegakkan supremasi hukum dan budaya demokrasi.

Ketua Yayasan lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati yang hadir di tengah aksi Kamisan ini mengingatkan kembali amanat reformasi yang tertuang dalam Ketetapan MPR Nomor X/MPR/1998 tentang Pokok-pokok Reformasi.


Dia mengatakan, lewat aksi Kamisan ke-510 dan bertepatan dengan tiga tahun pemerintahan Jokowi, pihaknya menuntut Jokowi melaksanakan janji-janjinya yang tertuang dalam Nawacita.

Apalagi, saat kampanye pada Pilpres 2014, Jokowi berjanji akan menuntaskan kasus pelanggaran HAM masa lalu.

"Meskipun harapan kami dan para korban itu pupus ketika beliau mengangkat orang-orang yang tersangkut pelanggaran HAM di Indonesia," kata dia di sela-sela aksi.

Asfinawati menyoroti pelanggaran HAM yang justru semakin marak terjadi di era Jokowi. Mulai dari penggusuran paksa, pembubaran diskusi hingga yang teranyar penyerbuan kantor YLBHI beberapa waktu lalu lantaran dianggap menggelar acara PKI.

Menurutnya, yang menjadi kontradiktif antara janji Jokowi dalam Nawacita dengan kenyataan yang terjadi selama jalannya pemerintahan, yang masuk tahun ketiga. Asfinawati menyebut telah terjadi penyempitan kebebasan di era Jokowi.

"Memang betul terjadi kontradiksi antara yang dituliskan di Nawacita dengan apa yang terjadi saat ini," ujarnya.

Asfinawati melanjutkan, aksi Kamisan sudah berjalan sebelum Jokowi menjadi presiden ke-7 Indonesia. Sehingga, menurut dia, siapa pun presidennya, aksi menuntut pemerintah menuntaskan kasus pelanggaran HAM masa lalu akan terus dilakukan.

"Karena itu tentu saja kami akan terus melakukan hal ini, sampai penuntasan pelanggaran HAM terjadi," tuturnya.

Asfinawati dan koalisi masyarakat sipil kecewa dengan sikap Jokowi yang tak konsisten dengan janji-janjinya terkait penuntasan kasus pelanggaran HAM. Ada kesan mantan gubernur DKI Jakarta itu tak peduli terhadap korban serta keluarga korban.

"Sampai saat ini belum sekalipun presiden datang ke Kamisan, menyapa ibu-ibu korban, menyapa orang tua korban, dan menjanjikan suatu penuntasan yang serius," tuturnya.

Aksi Kamisan pertama kali digelar pada 18 Januari 2007. Kegiatan yang dimotori KontraS dan kawan-kawan digelar dalam bentuk aksi diam di seberang istana. Adapun pesertanya membawa payung hitam dan mengenakan pakaian warna gelap.[san]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya