Berita

Nusantara

Kata Pribumi Ternyata Pernah Disahkan Kemenkumham

KAMIS, 19 OKTOBER 2017 | 14:58 WIB

Kata pribumi masih menjadi pembahasan warganet. Banyak yang beralasan bahwa kata itu tidak pas digunakan karena adanya Inpres 26/1998 yang melarang penggunaan kata pribumi.

Nah, ternyata pemerintah melalui Kemenkumham malah mengesahkan nama Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia pada 2013.

Dari foto yang beredar, Kemenkumham justru mengesahkan badan hukum perkumpulan dengan nomor AHU-86.AH.01.07.Tahun 2013. Pengesahan itu memutuskan memberikan akta pendirian atas nama Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia.

HPPI sendiri beralamat di kawasan Pasar Minggu dengan akta yang dibuat oleh notaris Anne Djoenardi. Pengesahan badan hukum HPPI sendiri dibuat pada 6 Mei 2013 dan ditandatangani oleh Dirjen AHU Kemenkumham saat itu Aidir Amin Daud.

‎Namun tampaknya hal itu yang justru melanggar Inpres 26/1998.

Sebab instruksi presiden tersebut sudah dengan jelas meminta untuk menghentikan penggunaan istilah pribumi dan non pribumi dalam semua perumusan dan penyelenggaraan kebijakan, perencanaan program, ataupun pelaksanaan kegiatan penyelenggaraan pemerintahan.

Seperti diberitakan RMOLJakarta.com, putusan pengesahan dari Ditjen AHU Kemenkumham tersebut merupakan bagian ‎dari penyelenggaraan kebijakan dan pelaksanaan kegiatan pemerintahan. [sam]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya