Berita

Nusantara

Kemenhub Yakin Audit Keselamatan Penerbangan Di Atas Rata-rata Dunia

KAMIS, 19 OKTOBER 2017 | 14:43 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kementerian Perhubungan optimistis hasil Universal Safety Oversight Audit Programme (USOAP) atau audit keselamatan penerbangan di Indonesia mencapai nilai di atas rata-rata dunia.

Audit dilakukan The International Civil Aviation Organization (ICAO) pada 10-18 Oktober 2017. Hasil audit rencananya diumumkan ICAO pada Desember 2017. Proses audit langsung dilakukan setelah audit pemenuhan dokumen diselenggarakan pada September 2017 oleh ICAO.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso menjelaskan, ada delapan area yang menjadi fokus audit dari ICAO yaitu peraturan, organisasi, lisensi personel, kelaikudaraan, operasi, navigasi udara, investigasi pesawat, dan kebandarudaraan..


"Regulasi yang dikeluarkan oleh Kemenhub juga menjadi salah satu area yang diaudit oleh ICAO," katanya kepada pers di Jakarta, Kamis (19/10).

Agus mengatakan, pihaknya telah melakukan langkah-langkah perbaikan dari awal 2017 hingga saat ini untuk mencapai hal tersebut. Saat ini, nilai rata-rata pemenuhan standar keselamatan penerbangan dunia yang dilakukan ICAO mencapai 64,71 persen.

ICAO telah beberapa kali melakukan audit keselamatan penerbangan di Indonesia pada beberapa tahun sebelumnya dengan hasil kurang bagus. Pada tahun 2007, hasil audit ICAO hanya compliance 54,95%. Tahun 2014, hasil Audit ICAO turun menjadi compliance 45,33 persen, dan pada tahun 2016 hasilnya naik sedikit menjadi 51,41 persen.

"Optimis akan pencapaian compliance terhadap protokol keselamatan penerbangan Indonesia dan mendapatkan poin penilaian di atas rata-rata dunia," ujar Agus.

Keyakinan Agus ini bukan tanpa alasan, mengingat langkah-langkah perbaikan yang sudah dilakukan oleh jajaran Ditjen Perhubungan Udara dari awal tahun 2017 lalu hingga saat ini.

Pada tahap audit dokumen, hingga 10 September 2017 Kemenhub sudah berhasil memenuhi 417 (hampir 100 persen) temuan Protocol Questions (PQs) yang ada pada tahun sebelumnya.

"Untuk itulah saya optimistis hasil dari on site juga akan tinggi karena apa yang kita laporkan atau offsite sama dengan apa yang kita kerjakan," jelasnya.

Agus mengaku tak gentar dengan sejarah perfoma penerbangan yang belum mencapai angka rata-rata dunia.

"Hal ini justru menjadi cambuk yang mendorong kami jajaran Ditjen Perhubungan Udara untuk berbuat lebih baik lagi sehingga hasil audit keselamatannya melejit tembus di atas rata-rata nilai dunia internasional," tuturnya.

Bagi Indonesia, lanjut Agus, apabila hasil audit keselamatan penerbangan di Indonesia mencapai lebih 64,71 persen maka akan memberikan keuntungan dan pandangan positif bagi industri penerbangan di mata dunia internasional. [wah] 

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya