Berita

Anies-Sandi/Net

Nusantara

Program Anies-Sandi Diduga Bakal Dihambat Pimpinan DPRD

KAMIS, 19 OKTOBER 2017 | 13:43 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Tidak menggelar sidang paripurna istimewa pidato gubernur yang baru dilantik, menjadi indikasi pimpinan DPRD bakal menghambat program-program unggulan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Begitu kata Ketua Forum Bersama Jakarta (FBJ), Budi Siswanto seperti diberitakan RMOLJakarta, Kamis (19/10).

"Sepertinya ada agenda terselubung yang dijalankan oknum-oknum tertentu yang belum dapat menerima terpilihnya Anies-Sandi sebagai pemimpin baru ibukota," kata Budi.


Menurut Budi, hal ini bisa dilihat dari berbagai upaya yang terus dilakukan untuk menghambat bahkan men-downgrade program-program yang akan segera dijalankan sesuai dengan kampanye Anies-Sandi saat Pilgub DKI lalu.

Hambatan tersebut antara lain belum diputuskannya sidang paripurna istimewa penyampaian visi misi gubernur-wagub terpilih oleh pimpinan DPRD DKI .

Padahal, soal sidang paripurna istimewa itu diperkuat dengan surat edaran Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Nomor SE.162/3484/OTDA yang diterbitkan 10 Mei 2017.

Dalam surat edaran yang ditandatangani Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Sumarsono disebutkan bahwa gubernur, bupati, dan walikota yang telah dilantik agar menyampaikan pidato sambutan sebagai gubernur/bupati/walikota pada sidang paripurna istimewa di masing-masing DPRD setelah melakukan serah terima jabatan pada hari yang sama.

"Kita perlu kelegowoan sebagai masyarakat yang menjunjung prinsip demokrasi, kedaulatan ada di tangan rakyat, dan rakyat Jakarta sudah memilih Anies-Sandi sebagai pemimpin baru ibukota. Sekarang
mereka jadi milik bersama serta menjadi aset bangsa ini. Mereka berdua berdiri untuk melayani semua warga Jakarta tanpa melihat latar belakang, siapa dan darimana mereka," papar Budi.

Karena itulah Jurubicara Presidium Relawan Pemenangan Anies-Sandi (Pras) ini mengharapkan kedewasaan para pimpinan DPRD untuk menyikapi pesoalan ini secara tuntas. Para politisi Kebon Sirih diminta untuk mengedepankan kepentingan publik, karena warga Jakarta akan mencatat sekecil apapun yang telah mereka lakukan

"Pimpinan Dewan jadi panutan, mereka harus taat aturan, kalau mereka tabrak aturan bagaimana dapat dipercaya untuk menjalankan amanah yang lebih besar," tegas Budi.

Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kementerian Dalam Negeri, Sumarsono mengatakan, hanya DPRD DKI Jakarta yang belum menggelar rapat paripurna istimewa seusai pelantikan gubernur dan wakil gubernur pemenang Pilkada 2017 di seluruh Indonesia.

Dalam rapat tersebut, gubernur dan wakil gubernur berpidato menyampaikan visi, misi, dan program selama periode pemerintahannya.

"Seluruh Indonesia sudah melakukan (rapat paripurna) setelah dilantik, termasuk Gubernur DI Yogyakarta yang terakhir itu semuanya sudah melakukan pidato perdana di depan DPRD. Dari seluruh provinsi, hanya tinggal DKI saja yang menunggu jadwal," kata Sumarsono saat dihubungi, Rabu (18/10).

Ia menjelaskan, DPRD DKI Jakarta memiliki waktu 14 hari setelah pelantikan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI untuk menggelar rapat paripurna istimewa. Sumarsono meminta DPRD DKI Jakarta menggelar rapat paripurna istimewa itu.

"DKI-nya masih butuh waktu, masih ada 14 hari kan. Ini baru hari kedua (setelah pelantikan). Kita tunggu saja," kata dia. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya