Berita

Foto/Net

Politik

CPNS Rame-rame Bawa Jimat

Agar Lolos
KAMIS, 19 OKTOBER 2017 | 10:47 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Sulitnya lapangan pekerjaan membuat masyarakat melakukan segala cara. Salah satunya membawa jimat saat tes masuk kerja. Ini terjadi pada pendaftaran seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Sejumlah peserta ujian kedapatan membawa jimat supaya lulus tes. Fakta ini diungkapkan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan, mengungkapkan, peserta CPNS beberapa kali ditemukan membawa jimat. Kasus teranyar ditemukan di Yogyakarta. Padahal, saat gelombang tes pertama, pihaknya sudah melarang membawa benda-benda mistik ini.

"Ada lagi yang masih pakai jimat. Itu di Yogyakarta satu orang kena, baru kita informasikan lewat media sosial," kata Ridwan kepada wartawan, kemarin.


Menurutnya, lokasi temuan penggunaan jimat di Kantor Regional I BKN Yogyakarta. Peserta pembawa jimat diketahui petugas pengawas saat di toilet. Memang, tak ada sanksi bagi pembawa jimat lantaran penggunaan benda klenik itu tak masuk sebagai kecurangan ujian.

"Tidak kita keluarkan, karena jimat itu bukan curang. Tapi memang nggak boleh dibawa pas masuk tes, jadi kita minta keluarkan dulu. Ternyata nggak lolos juga akhirnya yang bawa jimat," ungkap Ridwan.

Twitter resmi BKN sebelumnya memosting seorang peserta ujian seleksi kompetensi dasar yang kedapatan membawa jimat. Dalam postingannya, peserta CPNS tersebut membawa kain mirip kain kafan dengan botol minyak wangi dan bunga melati.

"Jimat ditemukan saat peserta ke toilet di SKD CPNS @kkpgoid Kanreg I BKN Yogya. Boleh masuk setelah jimat disita. Tetap gagal, oh no," cuit BKN lewat akun Twitternya yang diposting 26 September lalu.

BKN juga mengunggah sejumlah foto jimat yang berhasil disita dari tangan para peserta ujian. Jimatnya macam-macam. Ada benda kecil mirip batu dibungkus uang kertas Rp 10 ribu, peniti yang ditusuk benda kecil menyerupai buah, cincin, hingga kain putih yang identik dengan kain kafan.

Di link berita terkait, warganet heran. Masih ada yang percaya dengan jimat. Kalau mau lulus, ya belajar dan tingkatkan kompetensi. Yang lain menilai wajar saja kualitas PNS rendah karena masuknya dengan cara-cara yang aneh. Akun @suryoto1205 miris. "Hari gini percaya yang begitu-begitu? Itu namanya syirik, dosa syirik dosa yang gak diampuni," katanya, disambut @tha-artha. "Ya elah, mending kamu belajar yang bener." Akun @jiangzen sedih dengan perilaku semacam ini. "Lha menghalalkan segala cara, akhirnya kalau jadi PNS, ya paling jadi koruptor," ucapnya, disambut @mashadi1990. "Kalaupun di terima PNS mereka akan korupsi. Karena mereka gak takut dengan Tuhannya."

Sementara akun @jojo_prakoso bercanda. "Dukun paling Joss untuk jawaban soal-soal ujian saat ini ya Mbah Google!" tulis dia, serupa dengan @andrejg. "Sekalian aja bawa dukunnya ikutan duduk di samping. Jadi bisa ikutan ngerjain soal. Jangan lupa bakar kemenyan," katanya.

Akun @gus34 tak mempersoalkan praktik jimat-jimatan. "Mau percaya jimat, mau percaya thor, mau tidak percaya apapun ya gak masalah. Asal gak korupsi dan pungli kalau sudah jadi PNS," katanya.

Di Twitter, PNS bawa jimat saat tes seleksi masuk juga jadi bahan pergunjingan. "Jimat lulus tes CPNS? Kisanak luar biasa," kicau @milabora. Akun @IgnasVessalius tak heran. "Ini nih kenapa kinerja kita masih rendah, mainannya jimat bukan usaha dan doa," cuitnya, disambut @erteyoyo. "Alat pendeteksi jimat diperlukan dalam agenda test CPNS kali ini."

Beberapa tweeps tidak menanggapi serius isu ini. "Bawa jimat kok cuma buat tes CPNS. Mbok ya sekalian buat dapetin Nobel Prize gitu," kicau @ catuaries disambut @YusufSalahudin1. "Dampak penggunaan jimat untuk tingkat keberhasilan tes CPNS, cocok kanggo judul skripsi," cuitnya. ***

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

Sekjen PBB Kecewa AS Keluar dari 66 Organisasi Internasional

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:15

Gus Yaqut Tersangka Kuota Haji, PKB: Walau Lambat, Negara Akhirnya Hadir

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:15

Gus Yahya Tak Mau Ikut Campur Kasus Yaqut

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:03

TCL Pamer Inovasi Teknologi Visual di CES 2026

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:56

Orang Dekat Benarkan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Ngadep Jokowi di Solo

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:47

KPK Sudah Kirim Pemberitahuan Penetapan Tersangka ke Yaqut Cholil dan Gus Alex

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:24

Komisi VIII DPR: Pelunasan BPIH 2026 Sudah 100 Persen, Tak Ada yang Tertunda

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:56

37 WNI di Venezuela Dipastikan Aman, Kemlu Siapkan Rencana Kontigensi

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:45

Pilkada Lewat DPRD Bisa Merembet Presiden Dipilih DPR RI

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:40

PP Pemuda Muhammadiyah Tak Terlibat Laporkan Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:26

Selengkapnya