Berita

Ketua bidang Luar Negeri PWI, Teguh Santosa, bersama Sekretaris Eksekutif ACJA, Wang Domei.

Dunia

Forum Wartawan Sabuk Dan Jalan Bukan Hanya Untuk Kepentingan China

SENIN, 16 OKTOBER 2017 | 21:58 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Forum Wartawan OBOR sebaiknya tidak sekadar menjadi alat kepentingan Republik Rakyat China (RRC) untuk mendominasi kawasan dan negara-negara yang menjadi mitra China dalam Inisiatif One Belt One Road (OBOR).

Forum yang didirikan oleh asosiasi wartawan dari 30 negara dalam pertemuan di Beijing, Senin siang (16/10) itu, juga diharapkan dapat berperan sebagai wadah yang mempertemukan berbagai kepentingan masyarakat di berbagai negara.

Hal itu antara lain disampaikan Ketua bidang Luar Negeri Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Teguh Santosa, yang ikut hadir dalam pertemuan pembentukan Belt and Road Journalist Forum atau Forum Wartawan Sabuk dan Jalan di Beijing.


Teguh mengaku sudah mengapresiasi rencana pembentukan forum tersebut sejak bulan Juli lalu, ketika para koleganya dari All China Journalist Association (ACJA) atau Persatuan Wartawan Tiongkok datang ke Jakarta dan memperkenalkan inisiatif tersebut.

"Saya langsung mengatakan bahwa ini adalah inisiatif yang baik. Dengan memiliki asosiasi seperti ini kita dapat saling menyampaikan kepentingan negara dan masyarakat kita dalam kerangka kerjasama," ujar Teguh Santosa dalam pertemuan yang diselenggarakan di Media Center di Beijing.

Pertemuan pendirian Forum Wartawan Sabuk dan Jalan dipimpin oleh Sekretaris Eksekutif ACJA, Wang Domei. Adapun Ketua Umum ACJA, Zhang Yannong, membacakan draft Deklarasi Forum Wartawan Sabuk dan Jalan dalam pertemuan itu.

Sebelum draft deklarasi disetujui, peserta pertemuan diminta memberikan pandangan dan pendapat. Teguh yang juga Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) mendapat kesempatan berbicara pada sesi kedua.

"Kami juga berharap Forum Wartawan Sabuk dan Jalan tidak bersifat satu arah dan hanya menerima kepentingan China di tanah kami, tetapi juga untuk saling berbagi kepentingan, tidak hanya antara Indonesia dan China, tetapi juga antara sesama anggota Forum," Teguh menambahkan.

Pengajar mata kuliah politik Asia Timur pada Jurusan Hubungan Internasional di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, itu juga mengatakan bahwa kerjasama antarnegara dalam berbagai kerangka tidak bisa tidak membutuhkan keterlibatan perusahaan media dan wartawan. Pers adalah jembatan yang menghubungkan negara dan masyarakat. Dengan melibatkan media dan wartawan, pandangan masyarakat terhadap pelaksanaan Insiatif OBOR dapat diketahui.

"Ada pandangan positif tentang hal ini, tetapi di saat bersamaan juga ada banyak pertanyaan dari masyarakat. Tugas Forum ini adalah untuk mengumpulkan semua pertanyaan itu dan memberikan jawaban yang dapat dijadikan pegangan di tengah masyarakat," katanya lagi, sambil menambahkan setelah ini perlu segera dimatangkan program konkret Forum Wartawan Sabuk dan Jalan.

Seperti namanya, Forum Wartawan Sabuk dan Jalan didirikan untuk mendukung pelaksanaan Inisiatif One Belt One Road (OBOR) yang ditawarkan pemerintahan Xi Jinping kepada negara-negara yang terkoneksi dalam apa yang disebut sebagai jalur sutra baru dari Asia Timur hingga benua Eropa, Afrika dan Amerika.

Dalam deklarasi pendirian disebutkan bahwa Forum ini akan mengerjakan berbagai program untuk meningkatkan kapasitas wartawan demi memperkuat pondasi kerjasama pembangunan.

Forum Wartawan Sabuk dan Jalan mengadopsi empat prinsip, yakni perdamaian dan kerjasama, keterbukaan dan inklusifitas, pembelajaran bersama, serta keuntungan bersama.

Selain Teguh Santosa, peserta yang mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pandangan antara lain adalah Menteri Informasi Laos yang juga Presiden Asosiasi Wartawan Laos, Savankhone Razmountry; Wakil Presiden Asosiasi Wartawan Vietnam, Ho Quang Loi; Direktur Departemen Luar Negeri Persatuan Wartawan Rusia Timur, Shafir; Wakil Presiden Asosiasi Wartawan Thailand, Mongkol Bangprapa; Ketua Asosiasi Wartawan Polandia, Marek Traczyk; Wakil Presiden Konfederasi Wartawan Turki, Mevlut Yeni; Presiden Persatuan Wartawan Bulgaria, Snezhanka Todorova; dan Presiden Persatuan Wartawan Nigeria, Oduola Abdulwaheed Odusile. [ald]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Klaim Bahlil soal Energi Aman Patut Dipertanyakan

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:10

Kabut Perang Selimuti Wall Street, Nasdaq Jatuh Paling Dalam

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:09

Trump Perpanjang Jeda Serangan ke Iran

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:02

Tanpa Perencanaan, Pendatang Baru Berpotensi Jadi Beban

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:01

OJK Prediksi Sejumlah Bank Besar akan Naik Kelas ke KBMI IV pada 2026

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:45

Harga Emas Anjlok Tertekan Dolar AS dan Proyeksi Suku Bunga Tinggi

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:34

Bursa Eropa Tumbang, Indeks STOXX 600 Dekati Fase Koreksi

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:21

Pertama dalam Sejarah, Tanda Tangan Presiden Donald Trump akan Dicetak di Dolar AS

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:07

Ekonomi Indonesia: Makro Sehat, Mikro Sekarat

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:35

Bekas Kepala KSOP Belawan Jadi Tersangka Skandal PNBP

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:24

Selengkapnya