Berita

Foto: Net

Politik

Sumpah Jabatan Anies-Sandi Tidak Kompak, Jokowi Mengulang

SENIN, 16 OKTOBER 2017 | 16:04 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahudin Uno sudah sah menjabat Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022.

Pelantikan mereka berlangung sesaat lalu di Istana Negara Jakarta dan dilakukan sendiri oleh Presiden Joko Widodo.

Sebelumnya, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno telah tiba di Kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 15.00 WIB dengan mobil pribadi.


Anies dan Sandi yang sudah siap mengenakan pakaian dinas kegubernuran tiba lebih dulu untuk gladi bersih. Sedangkan pelantikan baru berjalan tepat pukul 16.00 WIB.

Prosesi pelantikan didahului dengan penyerahan petikan surat keputusan presiden di Istana Merdeka. Setelah itu, mereka mengikuti kirab bersama pasukan pengamanan presiden.

Anies dan Sandi berjalan di belakang Presiden Jokowi, Wapres Jusuf Kalla, dan Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, dari Istana Merdeka menuju Istana Negara.

Di Istana Negara, puluhan pejabat tinggi negara dan tamu undangan sudah hadir.
Pengambilan sumpah dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kemudian, rohaniwan mengambil tempat berdiri di samping Anies Baswedan.  

Sayangnya, saat pengambilan sumpah jabatan mengikuti ucapan Presiden Jokowi, sempat ada pengulangan karena Anies dan Sandi tidak kompak. Khususnya di bagian penyebutan "Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia".

Mendengar pasangan yang dilantiknya tidak mengikuti dengan benar, Jokowi pun mengulang kalimat sumpah jabatan.

Setelah satu kali pengulangan, pengucapan sumpah jabatan berjalan lancar. Acara kemudian dilanjutkan kembali dengan penandatanganan berita acara pelantikan dan ditutup dengan pemberian ucapan selamat dimulai dari Presiden dan Ibu Negara, kemudian para tamu. [ald] 

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya