Berita

Nusantara

Menulis Populer Bisa Turunkan Sikap Radikalis

MINGGU, 15 OKTOBER 2017 | 12:37 WIB | LAPORAN:

Gerakan menulis populer di kalangan akademisi dan peneliti dipastikan mampu menurunkan penyebaran sikap radikalis di kalangan peneliti.

"Pelatihan menulis populer dan opini mampu menurunkan penyebaran sikap radikalis di kalangan masyarakat Indonesia," ujar Wakil Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Dr. Waryono kepada wartawan, Minggu (15/10).

Dia menjelaskan, dengan menulis populer yang didasarkan pada data dan karya tulis ilmiah maka pemberitaan yang beredar di masyarakat diwarnai oleh informasi akurat. Sebab, setiap tulisan ilmiah yang dilakukan peneliti telah melewati saringan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dampaknya, masyarakat tidak serta merta menggunakan pendekatan keagamaan untuk membenarkan tindakannya. Dengan demikian, tindakan radikalisme dapat diminimalisasi.


"Ada pencerahan yang didapatkan masyarakat dari penulisan populer," kata Waryono.

Selain itu, penyebaran tulisan populer berdasarkan karya ilmiah juga dapat meningkatkan kecerdasan masyarakat pembaca. Sehingga bisa lebih selektif dalam memilah informasi yang perlu dibaca dan yang tidak.

"Menulis populer juga dapat menurunkan penyebaran hoax atau berita palsu yang beredar di masyarakat, sehingga masyarakat tidak terpengaruh untuk bertindak yang tidak tepat," jelas Waryono.

Penulisan populer sangat penting bagi mahasiswa sebagai bagian dari kalangan akademisi dan peneliti. Apalagi, mahasiswa merupakan tulang punggung bangsa yang harus berjuang bagi penyebaran berita-berita produktif dan edukatif.

"Kebiasaan untuk menulis populer akan mendorong mahasiswa untuk menyebarkan informasi berbasis data yang akurat. Hal itu tentunya akan mencegah penyebaran berita hoax dan sifat radikal di kalangan kampus," demikian Waryono. [wah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya