Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Kreativitas Anak Bangsa Demi Masa Depan Bangsa

MINGGU, 15 OKTOBER 2017 | 07:38 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

Jawa Pos.Com memberitakan Presiden Jokowi menyempatkan diri berkunjung ke kantor pusat Jawa Pos Group di Graha Pena untuk menjumpai Dahlah Iskan. Pada perjumpaan Minggu malam 8 Oktober tersebut , Presiden Jokowi membahas kreatitas anak bangsa antara lain mobil listrik.

Hambatan Birokrasi

Presiden Jokowi ingin mobil listrik terus dikembangkan sehingga ke depan bisa bersaing dengan yang lain. Menurutnya, beberapa negara lain sudah mengerahkan fokus industri otomotif kepada mobil listrik. Oleh sebab itu, Indonesia juga harus siap menghadapi tantangan tersebut. Diyakini bahwa persaingan masa depan terpusat pada mobil listrik.

Saat ditanya apakah sudah ada rencana pembangunan pabrik mobil listrik di Indonesia, Presiden Jokowi mengaku masih belum. Dia masih ingin mendiskusikan hal tersebut dengan ahlinya. Kemudian presiden Jokowi sempat diajak Dahlan Iskan melihat mobil listrik Selo karya Ricky Elson dan tim Kupu-kupu Malam Jogjakarta.

Saat ditanya apakah sudah ada rencana pembangunan pabrik mobil listrik di Indonesia, Presiden Jokowi mengaku masih belum. Dia masih ingin mendiskusikan hal tersebut dengan ahlinya. Kemudian presiden Jokowi sempat diajak Dahlan Iskan melihat mobil listrik Selo karya Ricky Elson dan tim Kupu-kupu Malam Jogjakarta.

Dia juga berdiri sekitar beberapa menit di dekat tiga motor listrik TakeRun yang dirakit siswa SMK Takeran, Magetan; DI Molik, motor listrik karya Dahlan Iskan bersama Duta Jaya Mobil dan Himpunan Bengkel Binaan YDBA Jatim; dan motor buah karya ITS, Gesits.  

Ruwetnya birokrasi menjadi kendala bagi perkembangan inovasi di Indonesia. Jokowi menyadari hal itu. Kendala birokrasi itu juga disampaikan oleh Dahlan kepada Jokowi. Mantan Menteri BUMN itu memaparkan hambatan inovator dalam negeri yang sedang dibinanya. Misalnya saja, kata Dahlan, soal rancangan reaktor nuklir di Indonesia yang kemungkinan sulit untuk mendapatkan izin. Selama ini sterilisasi selalu dilakukan di Cikarang. "Barang-barang di Jatim dibawa ke Cikarang dulu untuk sterilisasi. Ini ruwet sekali dan saya tahu Pak Presiden benci sekali dengan keruwetan," pungkas dia.

Dua Tokoh Visioner
Saya pribadi meyakini bahwa Joko Widodo dan Dahlan Iskan merupakan dua tokoh visioner yang memiliki pandangan tajam dan jernih menuju ke masa depan. Pandangan Jokowi dan Dahlan dibenarkan oleh negara-negara Eropah seperti Perancis dan Inggeris dan segera disusul oleh Jerman yang telah sepakat untuk tidak memproduksi mobil bensin mulai 2040. Bahkan direncanakan pada tahun 2030, kota Paris sudah mulai menolak pendaftaran mobil baru dengan tenaga BBM.

Jepang dan Korea sudah giat memproduksi mobil listrik. Nissan tidak mau ketinggalan ketimbang Tesla dalam sudah berhasil meluncurkan mobil listrik dengan daya tempuh tanpa isi ulang bateri sampai 400 kilometer. Kesemuanya merupakan bukti tak terbantahkan bahwa masa depan industri mobil memang berada pada mobil listrik. Ketika berkunjung ke Beijing pada bulan Agustus 2017, dengan mata kepala sendiri saya melihat mobil listrik buatan China sudah asyik berkeliaran di jalan raya ibukota China. Sementara produk sepeda listrik buatan Republik Rakyat China bukan cuma merajalela di China sendiri namun juga mulai merambah ke negeri tetangga seperti Nepal dan Myanmar.

Berdikari    
Sungguh memprihatinkan bahwa birokrasi di Indonesia alih-alih mendukung malah menghambat kreativitas anak bangsa Indonesia menghadirkan mobil listrik. Layak dicurigai bahwa ada pihak-pihak tertentu memang tidak ingin bangsa Indonesia di masa depan mampu mndiri memproduksi mobil listrik sebab telah terbukti memang ada pihak tertentu tidak ingin bangsa Indonesia mampu mandiri memproduksi mobil bensin.

Logis, sebab semangat kemandirian memang memungkinkan bangsa Indonesia tidak tergantung ke produsen mobil bangsa asing lagi yang jelas merugikan kepentingan industri mobil bangsa asing.

Kini sudah tiba saatnya demi mampu bersaing di kemelut pertarungan ekonomi dunia abad XXI, bangsa Indonesia perlu kembali menggelorakan semangat Berdikari Bung Karno yang di masa lalu sempat ditenggelamkan oleh imperialisme industri bangsa asing yang wajar tidak ingin bangsa Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri.[***]

Penulis adalah Penggagas Gerakan Kebanggaan Nasional


Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Pimpinan Baru OJK Perlu Perkuat Pengawasan Fintech Syariah

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:25

Barang Ilegal Lolos Lewat Blueray Cargo, Begini Alurnya

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:59

Legitimasi Adies Kadir sebagai Hakim MK Tidak Bisa Diganggu Gugat

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:36

Uang Dolar Hingga Emas Disita KPK dari OTT Pejabat Bea Cukai

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:18

Pemda Harus Gencar Sosialisasi Beasiswa Otsus untuk Anak Muda Papua

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:50

KPK Ultimatum Pemilik Blueray Cargo John Field Serahkan Diri

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:28

Ini Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2025

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:08

KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Pejabat Bea Cukai, 1 Masih Buron

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:45

Pengamat: Wibawa Negara Lahir dari Ketenangan Pemimpin

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:24

Selengkapnya