Berita

Presiden Jokowi/Net

Bisnis

Jokowi: Jangan Ada Pesimisme Di Antara Kita

Pamerkan Daya Saing Indonesia Naik 5 Peringkat
KAMIS, 12 OKTOBER 2017 | 09:13 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Presiden Jokowi memastikan bahwa kondisi perekonomian Indonesia saat ini baik. Dia mengajak momentum tersebut dimanfaatkan untuk mengerek kinerja ekspor.

 Jokowi puas dengan kinerja ekspor Indonesia pada tahun ini. Karena, data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut­kan ekspor Indonesia periode Januari-Agustus 2017 mencapai 108,79 miliar dolar AS.

"Ini meningkat 17,58 persen dibanding periode sama pada 2016. Semua ini merupakan per­paduan, kerja sama beriringan antara eksportir swasta, dunia usaha dengan pemerintah. Dan, tentu saja karena pembangunan infrastruktur dan konektivitas yang telah kita percepat tiga tahun terakhir," kata Jokowi saat membuka Trade Expo Indonesia 2017 di ICE Bumi Serpong Damai (BSD), Banten, kemarin.


Jokowi berharap, sektor perdagangan dan industri bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi. Dia mengajak pebisnis meningkatkan produktivitas dan ekspor.

Dia menuturkan, World Eco­nomic Forum (WEF) meli­hat, saat ini kondisi Indonesia sama seperti Korea Selatan saat bangkit dan kini menjadi negara industri dunia. Dengan de­mikian, bukan tidak mungkin Indonesia juga bisa menyamai Korea ke depannya.

"Kalau melihat peringkat, daya saing kita naik (dari 41 menjadi peringkat 36), harusnya percaya diri, harus optimistis. Jangan ada pesimisme di antara kita," pinta Jokowi.

Jokowi meminta momentum kondisi baik perekonomian Indonesia bisa dimanfaatkan dengan optimal.

Jika ada kebijakan bermasalah, lanjut Jokowi, pelaku usaha agar segera melapor­kannya agar bisa diselesai­kan. Pemerintah tidak pernah menutup masukan dari pihak luar demi perbaikan di dalam negeri.

"Kalau ada masalah marilah kita selesaikan. Kalau masih ada yang perlu kita perbaiki ya harus kita perbaiki. Tapi kita harus optimis," tambahnya.

Soal trade expo sendiri, Jokowi berharap, pagelaran bisa digelar lebih luas dengan metode baru untuk meningkat­kan ekspor. Dia ingin pameran juga mengusung digitalisasi per­dagangan. Karena, pergeseran pasar dari offline menjadi online tidak bisa dihindari.

"Perubahan digital sudah tidak bisa dilawan dan harus dirangkul untuk meningkat­kan perdagangan kita. Kenapa tidak buat virtual showroom, jadi interaksinya bisa langsung tanpa harus menunggu Expo," tegasnya.

Sementara itu, Menteri Per­dagangan Enggartiasto Lukita mengungkapkan, dalam acara ini, para pembeli terbanyak yang telah mendaftar berasal dari berbagai negara. Antara lain dari Nigeria, Arab Saudi, India, Pakistan, Bangladesh, Belanda, Malaysia, dan Australia.

"Hingga 10 Oktober 2017, ada 7.084 permintaan terhadap jasa manufaktur. Permintaan terbesar sejauh ini untuk produk makanan dan minuman, produk serta furnitur furnis, dan furnitur taman," katanya.

Enggar mengatakan, pameran ini memang difokuskan untuk mendatangkan buyer dari mancanegara. Seluruh produk yang dipamerkan 100 persen merupakan buatan lokal. Dia menargetkan pameran yang berlangsung pada 11-15 Oktober 2017, ini bisa meraup transaksi hingga 1,1 miliar dolar AS atau setara Rp 14,5 triliun.

"Tahun lalu nilai transaksi 1,02 dolar AS atau Rp 13,5 triliun. Tahun ini target 1,1 miliar dolar AS atau Rp 14,5 triliun," jelasnya.

Hingga kemarin, Enggar mendata telah ada sekitar 33 kontrak dagang buying mission, yaitu antara lain dari Arab Saudi, Malaysia, Mesir, Aus­tralia, Thailand, India, dan Amerika Serikat. Di mana diperkirakan total nilai kontrak dagang adalah sekitar 223.23 juta dolar AS.

Untuk penandatanganan hari pertama kontrak dagang ter­catat senilai 16,07 juta dolar AS. Pada hari kedua, kontrak dagang membukukan transaksi 154,82 juta dolar AS. Dan di hari ketiga perkiraan nilai kon­trak sebesar 47,25 juta dolar AS dan di hari keempat 5,10 juta dolar AS.

"Nilai ini tentunya akan terus bertambah pada penyelenggaraan, bahkan setelah TEI," tuturnya. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya