Berita

Arief Budiman/Net

Politik

KPU Diminta Profesional Di Tengah Kompetisi Ketat Pilkada 2018

RABU, 11 OKTOBER 2017 | 08:39 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua KPU RI Arief Budiman mengatakan kompetisi ketat Pilkada Serentak 2018 akan mempengaruhi laju kompetisi Pemilu Serentak 2019.

Demikian disampaikan Arief dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Laporan Dana Hibah Pilkada 2018 yang digelar di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (10/10).

Dari segi anggaran, Arief mengatakan, KPU bukan satu-satunya lembaga yang akan menerima anggaran untuk pilkada dan pemilu. Jika digabungkan dengan anggaran Bawaslu untuk pengawasan pemilihan dan pemilu, anggaran Polri dan TNI dari segi pengamanan, serta anggaran pemerintah untuk melakukan kegiatan supporting, maka akan sangat banyak dana yang berputar dalam penyelenggaraan pemilihan.


"Uang rakyat yang dikelola terlalu besar kalau kita tidak bisa menyelenggarakan pemilu dengan baik. Belum lagi anggrannya peserta pemilu, partai politik, pasangan calon. Jadi akan banyak uang yang berputar dalam pelaksanaan pemilihan di tahun 2018," ujar Arief seperti dilansir dari laman KPU.

Sementara itu dari segi pemilih, Arief mengatakan akan ada 158 juta pemilih yang akan diperebutkan suaranya oleh peserta pemilihan pada Pilkada 2018.

Untuk menyikapi hal itu, Arief meminta kepada jajaran KPU yang hadir dalam bimtek tersebut untuk tetap bekerja profesional.

Tidak hanya itu Arief juga meminta jajarannya untuk bekerja sesuai dengan azas akuntabel, independen, serta berintegritas dalam setiap tahapan pemilihan yang berlangsung.

"Kompetisi di 2018 akan sangat ketat. Karena dia akan mempengaruhi laju kompetisi Pileg, Pilpres di 2019. Maka KPU harus betul-betul menjaga selalu mampu bekerja profesional, akuntabel, independen, berintegritas. Dari segi anggaran, data pemilih dan personilnya," pungkasnya. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya