Berita

Foto/Net

Bisnis

Kedaulatan Cuma Tinggal Kenangan

Isu Jual BUMN
SELASA, 10 OKTOBER 2017 | 10:10 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Beban perekonomian Indonesia tidak diatasi dengan cerdas.

Oktober ini utang negara Indonesia jatuh tempo, bersamaan dengan utang sektor swasta yang juga jatuh tempo, kon­disi perekonomian yang kian sulit malah membuat pemerin­tah mengambil langkah mudah dengan menyodorkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk dijual.

Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI) Ferdinand Hutahaean menyampai­kan, hampir semua beban utang itu kini ditanggungjawabi oleh negara. "Semua itu jadi beban secara total kepada negara, karena kegagalan swasta juga akan berdampak secara ekonomi kepada bangsa dan negara," ujarnya.


Yang menjadi fokus perhatian, ujar Ferdinand, adalah sejauh mana kesiapan pemerintah, BUMN dan swasta menjawab kewajiban tersebut. Menurut dia, beredarnya surat Menteri Keuangan kepada Menteri BUMN dan Menteri ESDM terkait utang PLN, dan gencar­nya pemerintah menyampaikan niatnya menjual BUMN, anak usaha BUMN dan aset BUMN menunjukkan, pemerintah tidak siap menghadapi beban berat keungan yang sedang menerjang jantung keuangan negara.

Bahkan, lanjut Ketua Rumah Amanah Rakyat (RAR) ini, Presiden Jokowi, Menko Maritim Luhut Panjaitan, Menteri Keuangan tampak buntu dalam strate­gi dan langkah taktis dalam mengelola negara.

Bagi dia, pemerintah tam­pak tak mampu menciptakan pemasukan negara, sehingga memilih jalan terakhir menjual aset negara. "Ini pekerjaan pal­ing mudah memang dan tidak perlu menggunakan pikiran. Sekali lagi, menjual itu peker­jaan mudah, gampang dan cepat. Terlebih bagi pemerintah yang miskin kebangsaan dan miskin konsep kedaulatan menjual aset itu tentu tidak masalah. Bila kita bicara tentang konsep kebang­saan dan kedaulatan, menjual aset itu tentu akan memiskinkan kita sebagai bangsa," tuturnya.

Bila kita bicara tentang konsep kebangsaan, ujar Ferdinand, maka bangsa akan besar jika BUMN-nya memiliki banyak aset dan harta kekayaan, maka BUMN akan kontributif da­lam perekonomian karena akan mampu bersaing secara secara global dan BUMN kita tidak hanya menjadi jagoan kandang.

Ferdinand menambahkan, salah satu BUMN yang ekpansi keluar adalah Pertamina, ini patut didukung. Sayangnya, kebijakan pemerintah terhadap Pertamina dia nilai justru akan melemahkan Pertamina dan menurunkan daya saing globalnya. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya