Berita

Foto/Net

Bisnis

RI Pengirim Terbesar Kedua Pekerja Migran Ke ASEAN

Catatan Bank Dunia
SELASA, 10 OKTOBER 2017 | 08:11 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Bank Dunia mencatat Indo­nesia sebagai negara kedua terbesar yang mengirim tenaga kerja ke kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Yakni, menyumbang 18 persen atau setara 1,2 juta pekerja migran. Untuk negara pengirim tenaga kerja terbanyak ditempati Myanmar sebesar 33 persen setara dengan 2,2 juta pekerja migran. Sementara Ma­laysia ada di posisi ketiga atau sebesar 17 persen.

Untuk tujuan negara para pekerja tersebut, Thailand men­jadi tujuan utama para pekerja tersebut dengan total mencapai 55 persen, kemudian Malaysia sebesar 22 persen, dan Singapura sebesar 19 persen.

Ekonom Bank Dunia untuk Perlindungan Sosial dan Prak­tik Kerja Global, Mauro Tes­taverde mengatakan, mobilitas tenaga kerja tersebut mem­berikan dampak yang signifikan untuk perekonomian di kawasan ASEAN. Untuk negara pengirim seperti Indonesia, telah mem­buka kesempatan bagi individu berpenghasilan rendah untuk meningkatkan pendapatan.


"Dengan pilihan kebijakan yang tepat, negara-negara pengirim dapat memperoleh keuntungan ekonomi dari mi­grasi tersebut serta memberikan perlindungan kepada warga negaranya untuk memilih peker­jaan di luar negeri," ujar Tes­taverde melalui conference call di Kantor Bank Dunia, Jakarta, kemarin.

Sementara untuk negara penerima, lanjut Testaverde, dapat menutupi kekurangan tenaga kerja. Hal ini, menu­rutnya, dapat mendorong per­tumbuhan ekonomi secara berkelanjutan. Padahal, selama ini ada persepsi negatif bahwa masuknya pekerja migran akan berdampak negatif pada negara penerima.

"Di Malaysia, simulasi menemukan bahwa kenaikan 10 persen jumlah pekerja mi­gran berketerampilan rendah meningkatkan produk domestik bruto (PDB) riil sebesar 1,1 persen. Di Thailand, analisis terakhir menunjukkan bahwa tanpa pekerja migran dalam angkatan kerja, PDB akan tu­run sebesar 0,75 persen," pa­parnya.

Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Wilayah Asia Timur dan Pasifi Sudhi Shetty menyarankan, pemerintah Indonesia memperbaiki izin dan prosedur kerja ke luar negeri. Karena, saat ini banyak pekerja imigran asal Indonesia yang berstatus ilegal.

"Prosedur dan birokrasi harus dirampingkan untuk memundahkan para pekerja," ungkap­nya.

Dia menuturkan, kebijakan yang tepat dari negara-negara pengirim dapat memperoleh keuntungan ekonomi dari kegiatan migrasi keluar. Pihaknya mencatat pada 2015, sebesar 62 miliar dolar AS dalam bentuk remitansi terkirim ke negara ASEAN.

"Remitansi menyumbang 10 persen dari PDB di Filipina, 7 persen di Vietnam, 5 persen di Myanmar dan 3 persen di Kam­boja," ungkapnya. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya