Berita

Joko Widodo/Net

Politik

Elektabilitas Jokowi Bukan Hanya Tidak Aman Tapi Sudah Mengkhawatirkan

SENIN, 09 OKTOBER 2017 | 12:13 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Dalam waktu yang berdekatan tiga lembaga survei yaitu Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Media Survei Nasional (Median) dan Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) merilis hasil survei terkait dengan elektabilitas calon presiden menjelang Pemilu 2019.

Hal yang menarik dari hasil survei ketiga lembaga itu adalah elektabilitas petahana Joko Widodo di bawah 50 persen.

Hasil survei SMRC menyatakan elektabilitas Jokowi 38,9 persen, Median menyebutkan elektabilitas Jokowi 36,2 persen, sedangkan berdasarkan hasil survei KedaiKopi elektabilitas Jokowi 44,9 persen.


Mencermati rilis ketiga lembaga survei tersebut, pemerhati politik sekaligus Direktur Mahara Leadership, Iwel Sastra mengatakan ini merupakan peringatan dini bagi Jokowi karena untuk petahana elektabilitas di bawah 50 perse itu berada pada batas yang tidak aman.

"Bahkan dua lembaga survei merilis elektabilitas Jokowi di bawah 40 persen. Ini bukan hanya tidak aman, tapi sudah mengkhawatirkan," kata Iwel kepada redaksi, Senin (9/10).

Menurutnya, meskipun pemilihan Presiden baru akan dilakukan pada 2019 namun dari hasil tiga survei ini menunjukkan masih terbuka peluang bagi kandidat lain untuk bisa memenangkan pilpres mendatang.

Jelas Iwel, tiga survei ini bisa mewakili pendapat dan harapan masyarakat jelang Pilpres 2019. Artinya, Jokowi harus mawas dan mesti tingkatkan elektabilitas.

Dan kepada para penantang Jokowi, harus menyiapkan strategi yang mumpuni untuk bisa menyaingi politisi PDIP itu.

Iwel juga setuju, yang membuat elektabilitas Jokowi belum bisa menembus angka 50 persen, sebagai angka yang aman, adalah, karena pemerintah belum bisa menjaga stabilitas politik, ekonomi, hukum, termasuk gaduh masyarakat di media sosial. [rus]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

SGU Gandeng Poltek SSN Perkuat Pendidikan Siber Keamanan

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:09

Jokowi Bohong soal 54 Kali Ajak Makan Siang PKL Solo

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:02

Sentralisasi Hambat Otonomi Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:49

Kejagung Periksa Tujuh Saksi Kasus TPPU Febrie, Empat Penyidik Polri

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:05

Terungkap Jokowi Ikut Dirikan Gerindra di Solo Jelang Pemilu 2009

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:00

Satgas Jaga Jakarta dan FKDM Jangan Loyo Antisipasi Tawuran Warga

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:28

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pengedar Etomidate

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:24

Beredar Hasil Survei 32 Capres 2029

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:02

DKPP Putus Perkara Helikopter KPU pada 29 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:23

GOR Ciracas Diserbu 3.190 Pelamar Kerja

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:05

Selengkapnya