Berita

Foto/Net

Kesehatan

Pesilat Kampanyekan Bahaya Susu Kental Manis Bagi Balita

MINGGU, 08 OKTOBER 2017 | 18:43 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Puluhan pesilat anak-anak dan dewasa melakukan aksi saat hari bebas kendaraan atau car free day di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (30/7).

Bukan hanya aksi unjuk keahlian beladiri, para pesilat dari perguruan Beksi Seset Petir Mandor Minggu ini dilakukan untuk mengkampanyekan bahaya susu kental manis (SKM) bagi anak-anak khususnya balita.

Aksi dimulai sekitar pukul 07.00 WIB tepatnya di depa FX Mall yang dipenuhi warga yang menikmati jalan bebas berkendaraan dan berolahraga. Aksi mereka mendapat perhatian dari sejumlah warga yang melintas.


Puluhan anak-anak menunjukkan keahlian jurus pencak silat secara beregu dan dilanjutkan dengan permainan jurus orang oleh pesilat dewasa. Dibelakang aksi, terpajang spandung bertuliskan Stop Informasi Menyesatkan Tentang Susu #SKMBUKANSUSU dengan logo Dewan Kesehatan Rakyat (DKR).

Bersamaan dengan aksi para pesilat itu, dua ondel-ondel yang menjadi bagan dari pertunjukkan, membagikan selebaran kampanye bahaya SKM terutama bagi anak-anak. Disebutkan bahwa ada informasi menyesatkan tentang susu, karena kandungan gula hingga 70 persen pada SKM telah menjadi ancaman obesitas pada anak dan membuat diabetes. Lewat pengeras suara, para pesilat anak-anak ikut meneriakan bersama-sama tagar #SKMBUKANSUSU.

"Kandungan gula yang sangat tinggi pada SKM membuatnya tidak baik bayi dan balita. SKM bukan susu. Ada efek negatif jika terus dikonsumsi karena memiliki kandungan tinggi gula," kata Jurubicara DKR Shinta Rosita di sela-sela aksi.

Dalam aksi ini, juga dilakukan demo memanaskan SKM bersamaan dengan susu murni untuk menunjukkan kadar gula dalam SKM dan sifat susu murni jika dipanaskan. Saat sekaleng SKM yang dicampur dengan air dipanaskan dengan kompor, terlihat warnanya berubah menjadi coklat dan ada sebagian yang mengeras karena kandungan gulanya yang tinggi. Sementara susu murni meski dipanaskan tetap berwarna putih.

"Karena kandungan gulanya tinggi, SKM tidak bisa disebut susu. Anak-anak balita juga jangan terlalu banyak minum SKM karena bisa mengalami obesitas dan diabetes," ujar Shinta. [ian]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Pencalonan Kaesang di Solo Raya Sinyal Perang Terbuka PSI vs PDIP

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Araghchi Ancam Balas Serangan Ukraina ke Kapal Dagang Iran

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Istana Tegaskan Mundurnya Perry Warjiyo Murni Keputusan Pribadi

Senin, 27 Juli 2026 | 10:13

Kejaksaan Harus Jawab Klaim Kriminalisasi Febrie dengan Bukti

Senin, 27 Juli 2026 | 10:04

KPK Dalami Aliran Dana yang Diduga Disiapkan Bupati Kuansing untuk Raja Juli

Senin, 27 Juli 2026 | 09:57

Penyaluran Bansos Lewat Kopdes Perlu SOP yang Ketat

Senin, 27 Juli 2026 | 09:51

IHSG Merah, Rupiah Ambruk ke Rp17.976 per Dolar AS Usai Gubernur BI Mundur

Senin, 27 Juli 2026 | 09:47

Kasatnarkoba Polres Tangsel Ditangkap Bareskrim

Senin, 27 Juli 2026 | 09:37

Pengamat: Sulit bagi Kaesang dan PSI Kuasai Solo Raya

Senin, 27 Juli 2026 | 09:34

Perjalanan Karier dan Rekam Jejak Perry Warjiyo di Kepemimpinan Bank Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 | 09:25

Selengkapnya