Berita

Hardi Susilo/Net

Empat Pilar Strategis Untuk Membangun Kepemimpinan Nasional

SABTU, 07 OKTOBER 2017 | 14:10 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Anggota MPR dari Fraksi Partai Golkar, Hardi Susilo mengatakan pada masa Orde Baru ada penanaman nilai-nilai Pancasila melalui kegiatan yang disebut Penataran P4. Kegiatan yang demikian pada era reformasi dihapus.

"Karena metoda kegiatannya indoktrinisasi," paparnya di hadapan peserta Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada Resimen Mahasiswa di Kota Bandar Lampung, Lampung, Sabtu (7/10).

Lebih lanjut diungkapkan, pada masa itu Pancasila bisa digunakan untuk kepentingan politik seperti membungkam kekritisan masyarakat. "Pada masa itu ada kelompok masyarakat yang diserang dengan sebutan tak pancasilais," ungkapnya.


Hal demikian berkelanjutan sehingga selepas Orde Baru orang tidak berani bicara Pancasila karena akan disebut sebagai Orde Baru.

Hardi Susilo merasa senang, MPR sekarang mempunyai metode sosialisasi Pancasila yang berbeda.

"Sosialisasi yang dilakukan MPR ukurannya adalah kesadaran. Sosialisasi bertujuan untuk mengingatkan dan memberitahu mengenai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika," tambahnya.

Menurut alumni ITB itu, kedudukan Empat Pilar sangat strategis untuk membangun kepemimpinan Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota MPR dari Fraksi PKS, Al Muzamil Yusuf, menuturkan bangsa Indonesia menghargai hak asasi manusia (HAM) karena kita adalah negara hukum.

Disebutkan ciri negara hukum adalah supremasi hukum, seluruh warga negara sama di mata hukum, bila ada pelanggaran hukum diproses sesuai aturan yang ada, dan pengadilan yang tak bisa diintervensi.

"Konsep negara hukum adalah memanusiakan manusia," paparnya. [rus/***]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya