Berita

Lukman Eddy/Net

Lukman Eddy: Generasi Muda Harus Optimis Jangan Apatis

SABTU, 07 OKTOBER 2017 | 10:38 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Anggota MPR dari Fraksi PKB, Lukman Eddy mengatakan ada bangsa yang tidak mempunyai lembaga negara, mereka hanya bangga menjadi sebuah etnisitas.

"Akibatnya bangsa itu mengawang-awang dan tak punya aturan. Ia tak punya organisasi untuk mengatur masyarakat," ujarnya saat memberi pemaparan Sosialisasi Empat Pilar MPR pada Resimen Mahasiswa, di Kota Bandar Lampung, Lampung, Sabtu (7/10).

Di sisi lain, lanjut Lukman, ada bangsa yang mempunyai lembaga negara yang mengatur segala proses yang ada. Dia pun bertanya, kita mau pilih yang mana?


Dijelaskannya, bila sebuah bangsa tidak punya lembaga negara maka biasanya bangsa itu menyerahkan segala urusan pada orang atau bangsa lain.

"Misalnya menyerahkan tentara pada negara lain. Bila kita berpikir apatis, tak memerlukan lembaga negara, maka hal demikian bisa menyebabkan kita tak bisa mempertahankan bangsa. Kita memiliki lembaga negara karena amanah para pendiri bangsa," ungkapnya.

Menurut Lukman, meski kita pesimis terhadap performance pimpinan lembaga negara yang masih mengecewakan namun harus tetap optimis terhadap keberadaan lembaga negara. "Optimis tak boleh pupus," harapnya.

Generasi muda sebagai agent of change diharapkan Lukman untuk menyampaikan kritik atau pendapat kepada penentu kebijakan.

"Bukan menjadi warga apatis sehingga membenci lembaga negara," paparnya.

Bila apatis maka generasi muda akan menjadi generasi galau dan hal demikian bisa merusak kultur Indonesia.

Di Indonesia, menurut Lukman, keberadaan lembaga negara ada yang diatur lewat UUD NRI Tahun 1945, ada juga yang diatur dengan menggunakan aturan di bawah UUD, seperti lewat UU, keputusan presiden, menteri, dan institusi di bawahnya.

Pasca reformasi di Indonesia terjadi perubahan menyeluruh terhadap kedudukan lembaga negara. "Ini amanah reformasi," ujarnya.

Perubahan ini perlu dilakukan sebab pada masa sebelumnya, masa Orde Baru, kedudukan lembaga negara tumpang tindih.

"Ada lembaga negara yang seharusnya independen namun ia malah tergantung pada lembaga negara lainnya. "Dulu pimpinan BPK ditunjuk oleh pemerintah," tambahnya.

Menurut Lukman hal yang demikian tak masuk logika. "Inilah yang akhirnya perlu ditata kembali. Penataan ulang dilakukan agar lembaga negara menjalankan fungsinya sesuai dengan amanah, tak tumpang tindih, dan tak saling mengganggu," papar wakil ketua Komisi II DPR ini. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya