Berita

Rita Widyasari/Net

Hukum

Rita Widyasari: Uang Rp 6 M Bukan Gratifikasi

JUMAT, 06 OKTOBER 2017 | 22:42 WIB | LAPORAN:

Rita Widyasari tetap ngotot uang Rp 6,97 miliar bukan hasil gratifikasi. Bupati Kutai Kertanegara itu merasa uang tersebut berasal dari hasil jual beli emas miliknya seberat 15 kilogram.

"Itu murni jual beli emas," kata dia kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (6/10).

Rita menjelaskan, kegiatan jual beli emas itu terjadi pada 2010 lalu. Nah, emas itu merupakan pemberian dari ayahnya.


"(Jual beli emas) 2010. Udah lama banget. (Beratnya) 15 kilo. Emas punya bapak saya, saya jual," tambahnya.  

Terlepas dari itu, Rita merasa penetapan status tersangkanya oleh KPK merupakan tuduhan. Ia juga merasa KPK belum memeriksa saksi untuknya yang bisa menjelaskan perihal jual beli emas tersebut  

"Dan saksi saya belum ditanya," tukasnya.

KPK menuduh Rita bersama komisaris PT Media Bangun Bersama (MBB), Khairudin telah menerima uang sebesar 775 ribu dollar AS atau setara Rp 6,97 miliar terkait sejumlah proyek di Kutai Kartanegara dari Direktur Utama PT SGP (Sawit Golden Prima) Hari Susanto Gun.

Selain itu, Rita dan Khairuddin juga diduga telah menerima suap terkait pemberian izin lokasi untuk keperluan inti dan plasma perkebunan kelapa sawit di desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman kepada PT SGP.

Dalam kasus itu kpk juga menetapkan status tersangka kepada Hari Susanto Gun selaku Direktur Utama PT SGP (Sawit Golden Prima). Hari Susanto diduga memberikan uang sejumlah Rp 6 miliar kepada Rita. Suap itu diduga diterima sekitar bulan Juli-Agustus tahun 2010, dan diindikasikan ditujukan untuk memuluskan proses perizinan lokasi terhadap PT SGP. [sam]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya