Berita

Johannes Marliem/Net

Hukum

Korupsi KTP-El, KPK Dalami Aliran Dana Ke Johannes Marliem

JUMAT, 06 OKTOBER 2017 | 15:27 WIB | LAPORAN:

. Ketua KPK Agus Rahardjo mengungkapkan Direktur Biomorf Lone LLC Johannes Marliem yang disebut-sebut saksi kunci KTP-elektronik, pernah membeli tiga jam tangan.

Biomorf Lone adalah vendor sistem identifikasi sidik jari otomatis pada KTP-el.

Salah satu jam tangan tersebut yang kemudian disebut telah diberikan kepada Ketua Parlemen Indonesia. Seperti yang pernah diberitakan media Amerika Serikat, Startribune.com.


Diduga jam tersebut diberikan kepada Ketua DPR Setya Novanto. Novento sendiri telah membantah tidak terlibat kasus KTP-el dan mengaku tidak mengenal Marliem. Dia juga sudah menang di praperadilan.

"Jam tangan itu infonya ada tiga. Yang dua untuk Johannes Marliem, yang satu diberikan pada orang lain, itu yang sedang kami teliti," ujar Agus saat ditemui usai meresmikan Rumah Tahanan di Gedung KPK "Merah Putih" Jakarta, Jumat (6/10).

Berdasarkan keterangan agen khusus FBI Jonathan Holden seperti diberitakan oleh Startribune.com, Marliem pernah membeli jam tangan merek Richard Mille senilai 135.000 dolar AS atau sekitar Rp 1,8 miliar dari sebuah butik di Beverly Hills.

Hal itu terungkap saat Jonathan memeriksa Marliem di Amerika. Meski tidak menyebut nama Setya Novanto, Startribune.com menyebut, jam itu diberikan Marliem kepada Ketua Parlemen Indonesia yang kini tengah diselidiki dalam kasus KTP-el.

Dalam pengumpulan barang bukti terkait korupsi KTP-el, KPK tidak hanya mendapatkannya di dalam negeri. Beberapa barang bukti yang berada di Amerika Serikat telah didapat KPK. Bukti-bukti itu didapatkan melalui kerjasama KPK dengan Biro Penyelidik Federal Amerika Serikat (FBI). [rus]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya