Berita

Bisnis

Saleh Husin Motivasi Para Calon Atase Perdagangan Dan Calon Kepala ITPC

JUMAT, 06 OKTOBER 2017 | 10:09 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Managing Director Sinar Mas Group  yang juga mantan Menteri Perindustrian RI Saleh Husin menyambut baik dan mengapresiasi langkah Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang membekali para stafnya sebelum menjadi diplomat di luar negeri.  

Hal itu disampaikan Saleh Husin saat menerima para calon Atase Perdagangan dan calon Kepala Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) Kementerian Perdagangan dalam kunjungan di pabrik PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (PT SMART Tbk) di Marunda, Jakarta Utara, Kamis (5/10).

Kunjungan ini dilakukan sebagai pembekalan dan pengenalan bagi calon diplomat tersebut pada produk-produk unggulan ekspor Indonesia. Secara khusus, Saleh Husin menyambut dan memotivasi para calon atase tersebut.


"Ini menjadi kegiatan yang sangat positif dari Bapak Menteri Perdagangan untuk membekali para stafnya. Karena merekalah ujung tombak sekaligus menjadi pemasar atau ‘marketing agent’ produk-produk Indonesia di luar negeri.  Peran para atase juga penting dan turut menjadi penentu. Saya kira inilah yang diinginkan Bapak Presiden Jokowi agar para diplomat sekaligus menjadi marketing," jelas Saleh.

Saleh juga memaparkan salah satu produk unggulan ekspor Indonesia yaitu sawit. Merujuk data 2016, sawit dan turunannya merupakan andalan ekspor Tanah Air dengan nilai 19 milyar USD yang menyerap tenaga kerja langsung hingga 6 juta orang.

Produk ekspor Indonesia lainnya ialah pulp dan kertas yang nilainya mencapai 5,7 milyar USD. Industri ini juga menciptakan lapangan kerja dengan serapan tenaga kerja langsung sekitar 2 juta orang.

Indonesia Incorporated

Kepada para calon atase dan calon kepala ITPC, Saleh Husin mengajak untuk bersatu padu dan bahu membahu menjaga produk andalan utama Indonesia. Selain nilai ekspor yang tinggi dan penciptaan lapangan kerja, manfaat lain dari produk ekspor adalah makin menguatnya struktur industri nasional dan pemerataan pembangunan karena banyak industri di Indonesia berada di daerah-daerah.

Keberpihakan pada kepentingan nasional, ditegaskan oleh Saleh, juga membutuhkan kesamaan visi. Contohnya, pemerintah dan masyarakat Jepang mengusung kebersamaan dan kesamaan sikap yang mengerucut pada semangat Japan Incorporated.

Diungkapkannya, para menteri, walikota, keidanren (semacam Kadin), pengusaha, media massa dan para dubes selalu satu suara-satu sikap ketika  membicarakan kepentingan terkait produk dan teknologi Jepang.

"Walaupun di internal mereka ada diskusi dan perdebatan, tetapi ketika berdialog dengan pihak luar negeri, mereka menunjukkan sikap yang positif dan saling mendukung. Ini dapat menjadi inspirasi tumbuhnya semangat Indonesian Incorporated yang menyatukan kita dalam membela produk nasional," tegas Saleh Husin.

Pada kesempatan itu, para calon Atase Perdagangan dan ITPC mendapat pembekalan dari para praktisi dan pemimpin asosiasi industri. Yaitu, Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Kertas Indonesia (APKI), Liana Bratasida; Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Purwadi Soeprihanto; Sekjen Gabungan Pengusaha Sawit Indonesia (GAPKI), Togar Sitanggang; Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit Indonesia, Dono Boestami; dan, Direksi Sinarmas, Joice Budisusanto. [zul]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya