Berita

Foto/Net

Politik

Mau Jadi Cawapres? Cak Imin Harus Keluar Kandang

SELASA, 03 OKTOBER 2017 | 17:37 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Para tokoh pemuda Sumatera Utara menilai sosok Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dengan pemikiran nasionalis religiusnya sudah pas menjadi calon wakil presiden pada Pilpres 2019. Namun, Cak Imin sapaan akrab mantan Menakertrans harus mengubah pola, jangan hanya populer di kalangan Nahdliyin (warga NU) tapi harus go public milik bangsa Indonesia.

Demikian pemikiran yang mengemuka dalam Forum Group Discussion (FGD) bertajuk "Cak Imin di Mata Pemuda Sumatera Utara" di Kopi Kombur, Jalan SM Raja Medan, Sumut, Senin kemarin (2/10).

Dalam FGD tersebut tampil sebagai narasumber tokoh muda Muhammadiyah Sumut Anang Anas Azhar, aktivis Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sumut Ronald Naibaho, pengamat politik Faisal Reza, Ketua Angkatan Muda Ka'bah (AMK) Sumut Aswan Jaya, dan Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Sumut H Fadly Yasir.


Anang Anas Azhar yang juga pengajar ilmu komunikasi politik UIN Sumut mengatakan, sejauh ini Cak Imin masih tekenal di lingkungan Nahdliyin. Menurutnya, untuk menjadi cawapres, tidak cukup hanya bermain di kandang.

"Sudah saatnya Cak Imin mengubah pola dengan memasuki grass root di luar NU. Cak Imin harus mencitrakan dirinya tak hanya milik NU tapi milik bangsa," ujar mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumut itu.

Aktivis GAMKI Sumut Ronald Naibaho menilai, kalau hari ini ada keinginan Cak Imin mencalonkan presiden atau wapres, dia yakin pria kelahiran Jombang itu akan mampu. Ini didasari dari perjalanan kariernya yang mampu membangkitkan PKB.

"Secara figur, Cak Imin sungguh luar biasa, bahkan mengalahkan pamannya Gus Dur, meski sempat dilengserkan di PKB, namun akhirnya berhasil jadi ketua umum hingga saat ini," kata Ronald.

Narasumber lainnya, Faisal Reza mengatakan, Cak Imin tidak bisa jadi orang nomor satu, yang bisa hanya mendampingi Jokowi. Itu dilihat dari posisi tawar pertarungan Islam konservatif dan Islam Nusantara.

"Saat ini kita dihadapkan tipologi populis. Program nomor sekian. Seperti halnya Jokowi bisa selfie-selfie dengan rakyat, sudah cukup. Untuk tahapan ini Cak Imin mengisi kekosongan," itu kata dosen ilmu politik UIN SU ini.

Faisal menambahkan, Jokowi akan lebih baik bila bepasangan dengan Cak Imin pada Pilpres mendatang. Pasalnya, identifikasi politik rival Jokowi adalah militer. "Karenanya figur Cak Imin bisa menguatkan figur Jokowi," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua AMK Sumut Aswan Jaya mengatakan, Cak Imin saat ini bisa dibilang "main api" dengan kekuatan Jokowi untuk menghadapi Pilpres. Banyak contoh seperti halnya Setya Novanto dan Hary Tanoe yang terancam ke ranah hukum setelah mencoba mengusik kursi Capres. "Karenanya Cak Imin harus bermain di ranah Cawapres," kata Aswan.

Sedangkan Ketua ISNU Sumut H Fadli Yasir mengatakan, kalu ingin nyapres Cak Imin harus segera "keluar" dari NU seperti pendahulunya, Gus Dur. Sebab, banyak contoh kalau masih berkutat di NU akan kalah seperti Hasyim Muzadi dan Gus Sholah.

"Muhaimin jangan hanya berhenti di PKB dalam melakukan manuver politiknya. Mengganggu Jokowi juga perlu jika harus dilakukan," tandas Fadli. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya