Berita

Oso/Net

Oso: Di Mana Bumi Dipijak Di Situ Langit Dijunjung

SENIN, 02 OKTOBER 2017 | 16:31 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Dalam rangkaian kunjungan kerja Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Senin (2/10), Oso yang juga sebagai Ketua Umum Gebu Minang, menyempatkan diri menghadiri acara Silaturahmi dan Tatap Muka Tokoh Masyarakat Minang Kepri.

Pertemuan yang digelar di Aula Komplek Perkantoran Gubernur Kepri serta dihadiri Gubernur Kepri dan Forkopimda Provinsi Kepri sekaligus digelar momen pemberian mandat kepengurusan organisasi dari Ketua Umum Gebu Minang Oso.

Dalam sambutannya, Oso mengatakan bahwa setiap organisasi yang dibentuk mesti well organise. Organisasi, mesti membawa manfaat baik untuk cita-cita organisasi, anggota organisasi dan masyarakat setempat.


"Seperti orang Minang dimana-mana di perantauan selalu membawa kesejukan tidak ada keributan. Begitulah semestinya kita menjaga norma-norma dan etika daerah asal dan menjaga norma-norma dan menjaga etika di daerah rantau, itu harus terus dijaga. Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung," katanya.

Orang Minang, lanjut Oso, dan juga suku-suku lain sangat penting kiprahnya untuk Indonesia. Berbagai macam kiprah sesuai karakteristik daerah bisa disumbangkan untuk kemajuan bangsa.  

Berbicara soal asal-usul dan suku, artinya membicarakan keberagaman Indonesia yang sangat kaya. Negara Indonesia memang kaya akan keberagaman termasuk suku.

Namun, sekarang persoalan soal suku, asal usul dan perbedaan-perbedaan lainnya sudah tidak lagi dipersoalkan. Saat ini sudah selesai dibicarakan. Dalam Pancasila pun sudah tidak ada lagi perbedaan.  Seluruh rakyat Indonesia memiliki hak dan kewajiban yang sama, orang Minang, orang Aceh, orang Jawa, Papua dan lainnya semuanya memiliki hak serta kewajiban sebagai warga negara yang sama.

"Orang Minang juga begitu, kiprahnya sangat penting untuk masyarakat terutama bidang perekonomian, itulah yang ditekankan kebangkitan kembali perjuangan orang Minang berkiprah untuk bangsa. Dan saya harap kiprahnya menjadi teladan dan menjadi contoh buat seluruh rakyat Indonesia," imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Oso juga menegaskan bahwa organisasi Gebu Minang harus menjadi gerakan ekonomi yang baik untuk Indonesia. Dia mengingatkan betapa banyak negara-negara gagal karena hanya memikirkan urusan-urusan besar tetapi perekonomian rakyat dan rakyat kecil tidak dipikirkan. Sebuah bangsa yang besar harus memikirkan perekonamian rakyat dan ekonomi kerakyatan serta kesejateraan rakyat.

"Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum membangkitkan perekonomian rakyat," tandasnya. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya