Berita

Foto/Net

Politik

Potensi Cak Imin Jadi Cawapres Di Mata Akademisi Sumut

SENIN, 02 OKTOBER 2017 | 12:27 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Sejumlah akademisi Sumatera Utara (Sumut) menggelar Forum Group Discussion (FGD) tentang kepemimpinan alternatif bangsa, di Hotel Madani, Medan, Sumut, Senin (2/10).

Dalam FGD tersebut nama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mencuat menjadi salah satu figur yang sangat layak dan ideal menjadi calon wakil presiden (Cawapres) pada Pemilihan Umum 2019.

Hadir sebagai narasumber Badaruddin dari Universitas Sumatara Utara (USU), Warjio dari Universitas Medan Area (UMA), Lelya Khairani, Sohibul Anshor Siregar dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), dan Bahkrul Amal Khair, Tappil Rambe dari Universitas Negeri Medan (Unimed).


Tappil Rambe menjelaskan sebelum membuat kesimpulan, para narasumber terlebih dahulu membahas kepemimpinan alternatif bangsa dari berbagai sudut pandang keilmuan, dan pendekatan akademik yang realistik dan objektif.

Menurutnya, ada sejumlah alasan menjadikan Cak Imin sebagai salah satu figur yang sangat layak dan ideal menjadi Cawapres pada Pemilu mendatang. Pertama, terkait kekuatan yang dimiliki oleh Cak Imin.

Para narasumber menilai, latar belakang Cak Imin dari keluaraga besar Nahdlatul Ulama (NU) menjadi salah satu kekuatan figur yang satu ini.

"Selain itu, Cak Imin matang dalam dunia gerakan atau aktivis," kata Tappil yang didampingi para narasumber lainnya, dalam keterangan baru saja diterima redaksi.

Kemudian, Cak Imin dinilai berpengalaman dalam aktivitas media, matang dalam pendidikan, matang dalam hal politik dengan segala kedudukan yang pernah ada, dan memamahi kerja-kerja eksekutif karena pernah menjadi Menteri Tenaga Kerja di era Pemerintahan SBY.

Tappil menggarisbawahi, yang tidak kalah penting, Cak Imin memiliki basis massa yang rill dengan perolehan suara PKB pada Pemilu 2014 sebesar 11.298.957 atau 9,04 persen.

Apalagi, lanjutnya, Cak Imin memiliki jaringan sosio kultural. Perkembangan PKB dari pemilu ke pemilu terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam rangka menjadi PKB ada di mana-mana. Dan hasilnya adalah bahwa PKB telah mulai ada hampir di semua nusantara.

Poin penting yang dimiliki Cak Imin, lanjut Tappil, memiliki kecerdasan intelektual dan kematangan spritual. Memiliki usia muda dan pemikiran yang progressif.

"Yang tak dapat ditawar-tawar harus ada dalam figur seorang Cawapres, yakni memahami paham dan konsep religius-nasionalis yang sudah terbukti. Dan ini ada pada figur Cak Imin," demikian Tappil Rambe. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya