Berita

Nusantara

Erupsi Gunung Agung, Fakultas Peternakan UGM Dirikan Posko Pengungsian Ternak

SENIN, 02 OKTOBER 2017 | 08:10 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) terlibat dalam pendirian posko pengungsian ternak milik para korban bencana alam erupsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali.

"Keselamatan ternak menjadi bagian tak terpisahkan dari keselamatan manusianya. Karena itu, Fakultas Peternakan UGM terpanggil untuk berperan melalui posko bersama," kata Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Ali Agus dalam siaran persnya, Senin (2/10).

Menurut Ali, bencana alam adalah hal yang tidak pernah diharapkan. Namun jika masyarakat dihadapkan pada fenomena tersebut, maka perlu upaya agar dapat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi, Gunung Agung dalam beberapa hari terakhir menunjukkan peningkatan aktivitas dan sudah sampai status "Awas".


Dia mengatakan, pemerintah menetapkan daerah di bawah radius kurang dari 12 km sebagai kawasan rawan bencana (KRB) 1 dan 2, untuk dikosongkan. Dan diperkirakan sekitar 70 ribu penduduk akan berpindah dalam barak pengungsian.

"Fakultas Peternakan UGM mendirikan Posko Penyelamatan Ternak bersama ISPI, FPPTI, AINI, Gapuspindo dan Persepsi," terang Ali.

Sementara itu, dari Kabupaten Karangasem, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Kerjasama Fapet UGM, Bambang Suwignyo mengatakan, para pengungsi adalah peternak yang rela mengambil risiko masuk kawasan rawan bencana (KRB) untuk tetap memantau dan memberi pakan ternak-ternaknya.

"Namun di sisi lain, ada saja oknum yang memanfaatkan kesempatan membeli ternak penduduk dengan harga murah, hingga separuh harga normal," papar Bambang.

Oleh karena itu, selain posko pengungsian manusia juga diperlukan posko pengungsian ternak. Posko didirikan di Desa Ngis, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem.

Lebih jauh, Bambang menuturkan, pada Minggu (1/10), tim Fakultas Peternakan UGM yang terdiri dari Bambang Suwignyo sebagai koordinator, Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia Fapet UGM, Prof. I Gede Suparta Budi Satria dan Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Budi Guntoro bersama dua mahasiswa relawan menuju ke salah satu posko ternak di Tista, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali. Tim berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dari unsur Dinas Peternakan, IGK Nata Kusuma.

"Bahwa saat ini ada 40 titik lokasi ternak disiapkan. Sebanyak 3.000 ekor sapi sudah dievakuasi dari 20 ribu ekor yang ada. Sedangkan jumlah pengungsi sudah mencapai 144 ribu orang dari perkiraan hanya 70 ribu," ungkap Bambang.

Saat ini, katanya, sumber pakan hijauan yang lebih diutamakan karena masih sangat kurang. Konsentrat relatif sudah ada beberapa donor yang bersedia membantu. "Walau so far, kita belum bisa memprediksi sampai berapa lama situasi darurat ini," papar Bambang lagi.

Bambang menyatakan, bahwa Posko bersama selain bersiap dengan stok pakan konsentrat juga menawarkan program edukasi pengurangan risiko bencana.

"Kami usulkan program membuat pakan fermentasi dengan melibatkan para pengungsi. Pakan fermentasi dapat disimpan dalam waktu lama dengan tidak rusak, sehingga dapat untuk antisipasi stock andai erupsi berlangsung lama," ujar Bambang menambahkan.

Setidaknya, kata dia, membuat stock pakan fermentasi akan mengurangi frekuensi peternaik naik ke KRB zona merah (0 sampai dengan 6 km) dan kuning (6 sampai dengan 12 km). Pelibatan pengungsi selain ada edukasi, juga dapat menjadi wahana interaksi dan mengurangi stress di pengungsian. [rus]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya