Berita

Foto: RMOL

Politik

Kawal Kaum Marjinal, Pemuda Muhammadiyah Bali Luncurkan Satgas Advokasi

MINGGU, 01 OKTOBER 2017 | 20:23 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Satuan Tugas (Satgas) Advokasi diluncurkan Pemuda Muhammadiyah Bali dalam rangka menjawab berbagai tantangan terkait dengan persoalan hukum yang terjadi di masyarakat.

Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Bali, Azizuddin mengatakan bahwa pembentukan Satgas Advokasi ini merupakan bagian dari implementasi kehadiran Pemuda Muhammadiyah untuk memberikan bantuan kepada segenap elemen masyarakat Bali tanpa melihat latar belakangnya.

"Kami hadir sebagai bagian dari pengawalan terhadap kaum yang marjinal yang mustadafin yang membutuhkan bantuan dengan tanpa menambahkan SARA," terangnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (1/10).


Aziz berharap Satgas Advokasi dapat melakukan kerja-kerja advokasi terhadap hal-hal yang terjadi di daerah Bali. Menurutnya, Satgas Advokasi ini juga berperan dalam membangun nalar keadilan sosial dan nalar keadilan hukum untuk mustad'afin.

"Kader Muhammadiyah itu spiritnya Al Maun, berupaya untuk membantu orang lain. Membantu bisa dengan ilmu, harta, bimbingan, nasehat, saran yang baik, dengan tenaga dan lainnya. Karena dalam kehidupan harus saling tolong menolong," paparnya.

Ketua Bidang Hukum, HAM, dan Advokasi Pemuda Muhammadiyah Bali, Ragil Armando menjelaskan bahwa Satgas Advokasi merupakan lembaga yang bergerak di bidang advokasi, riset, kajian, pemberdayaan dan edukasi. Satgas ini dibentuk atas inisiasi pihaknya yang bertujuan untuk membela kaum yang tertindas dalam mengakses keadilan.

Ia mengatakan bahwa unsur-unsur anggota satgas merupakan kolaborasi dari berbagai unsur yang ada di Muhamamdiyah.

"Tapi yang menarik dari satgas adalah kerja-kerja advokasinya kolaboratif dari berbagai unsur latar belakang pendidikan dan unsur ortom Muhammadiyah," tandasnya.

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak yang turut hadir dalam peluncuran itu berharap Satgas Advokasi bisa menjadi solusi dari berbagai masalah sosial yang ada di masyarakat.

"Harus menjadi solusi dari masalah sosial, bukan menjadi bagian dari masalah sosial," tegasnya.

Dahnil berujar, supremasi hukum merupakan modal utama untuk menciptakan kehidupan berbangsa yang lebih baik. Sehingga, keberadaan Satgas Advokasi dapat menjadi jawaban dari untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

"Politik itu dalam posisi seperti mensiasati untuk keadaban publik yang lebih baik, salah satu instrumennya toleransi dan modalnya ialah supremasi hukum," pungkasnya.

Peluncuran Satgas Advokasi ini dirangkai dengan Dialog Hukum dan Kebangasaan bertema "Mengawal Supremasi Hukum sebagai Wujud Mempertegas Komitmen Kebangsaan Menuju Indonesia Berkemajuan" yang digelar di Gedung Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Minggu (1/10).

Dalam acara itu, Dahnil didaulat sebagai pembicara dialog, sekaligus mengukuhkan pengurus Satgas Advokasi. Secara seremonial Dahnil menyerahkan bendera Satgas kepada Direktur Satgas Advokasi Pemuda Muhammadiyah Bali, Mu’adz Masyhadi. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya