Berita

Net

Nusantara

Program KJP Belum Mampu Tingkatkan Kualitas Pendidikan

MINGGU, 01 OKTOBER 2017 | 07:15 WIB | LAPORAN:

Program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dinilai tidak mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Ibu Kota Jakarta. Bahkan membuat mutunya jauh di bawah Yogyakarta, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

"Bagaimana bisa maju mutu pendidikan di Jakarta, pemerintahnya tidak perhatian kepada sekolah swasta. Padahal di Jakarta paling banyak sekolah swasta," kata Ketua Paguyuban Sekolah Swasta Saur Pandjaitan dalam keterangannya, Minggu (1/10).

Saur menyebut, di Jakarta, hanya 10 persen sekolah swasta yang kualitasnya di atas sekolah negeri. Sebanyak 30 persen berada di tengah-tengah, dan sisanya di bawah sekolah negeri.


Ironisnya, sekolah-sekolah swasta yang harusnya diperuntukkan bagi orang berduit malah didominasi pemegang KJP. Sebaliknya sekolah negeri dikuasai orang berduit.

"Negara ini sudah terbalik-balik. Yang siswa miskin malah ditolak sekolah negeri yang gratis. Jadi yang menikmati sekolah gratis orang berduit," bebernya.

Saur menambahkan, sekolah swasta sulit berkembang jika siswanya paling banyak pemegang KJP. Sementara sekolah swasta susah sekali mendapatkan bantuan sarana dan prasarana.

"Sekolah swasta juga menyumbang dana APBN/APBD, tapi kok kalau sumbangan susah sekali sampai ke sekolah swasta," kritiknya.

Pengamat pendidikan Indra Charismiadji menambahkan, seharusnya sekolah negeri tidak boleh menolak siswa miskin hanya karena memiliki nilai rendah. Ini agar sekolah gratis juga bisa dinikmati siswa-siswa yang tidak mampu.

"Nah sekolah swasta karena berbayar harus memberikan nilai lebih dari sekolah yang gratis," imbuhnya. [wah] 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya