Berita

Semen Rembang/net

Nusantara

Warga Minta Pemerintah Segera Resmikan Operasional Semen Rembang

MINGGU, 01 OKTOBER 2017 | 04:05 WIB | LAPORAN:

Warga yang tinggal di sekitar pabrik milik PT Semen Indonesia di Rembang (Semen Rembang), Jawa Tengah, menyatakan dukungannya kepada Presiden Joko Widodo agar segera meresmikan operasional perusahaan BUMN itu.

Mereka juga meminta agar polemik keberadaan Semen Rembang dapat dihentikan. Hal itu agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi operasional perusahaan dan masyarakat sekitar.

Sesepuh warga desa sekitar Semen Rembang, Akhmad Akhid menyampaikan kepada pemerintah, khususnya Presiden Joko Widodo untuk jangan ragu segera meresmikan aktivitas pabrik.


"Dengan diresmikannya Semen Rembang membuat polemik industri BUMN tersebut dapat segera berakhir dan warga pun mendapat manfaat baiknya," kata Akhmad Akhid di acara silaturahmi antara pegawai pabrik semen dengan perkumpulan warga pendukung Semen Rembang, Sabtu (30/9).

Seorang penduduk Desa Timbrangan, Eko Indriyanto pun menimpali. Dia mengatakan bahwa sebenarnya, warga seputar pabrik semen optimis dengan potensi kemajuan Rembang karena adanya industri Semen Rembang. Namun kata Eko, ulah beberapa organisasi massa dari luar Rembang yang memiliki ambisi tertentulah yang mengakibatkan lambatnya keinginan warga sekitar pabrik semen untuk hidup lebih sejahtera.

"Yang menolak Semen Rembang hanya beberapa orang saja. Itu karena ulah provokasi segelintir elit LSM dari luar Rembang yang diduga punya kepentingan tidak pro kesejahteraan warga di sini," jelasnya.

Sebelumnya, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Hary Sampurno telah mengatakan bahwa Semen Rembang tetap akan beroperasi dan berproduksi secara normal. Semen Rembang telah memiliki izin lingkungan SK Gubernur Jawa Tengah Nomor 60.1/6 Tahun 2017. Izin lingkungan itu merupakan kepatuhan terhadap putusan PK MA Nomor 99 PK/TUN/2016 yang memerintahkan dicabutnya SK Gubernur Jawa Tengah tahun 2012 kemudian memperbaiki amdal.

"Dua hal itu telah dilakukan dan terakomodasi di izin lingkungan SK Gubernur Jawa Tengah tahun 2017," ucap Fajar.

Hingga kini diketahui Semen Rembang masih belum melakukan kegiatan operasi dan produksi sebab menunggu hasil kajian tahap kedua tim KLHS Kendeng. Tim KLHS Kendeng kembali melakukan penelitian guna memvalidasi kelayakan lahan penambangan bahan baku semen di Watuputih.[san]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya