Berita

Tim KPPU/net

Hukum

Investigator KPPU: Kesaksian Saksi Aqua Menyimpang Dari Pokok Perkara

MINGGU, 01 OKTOBER 2017 | 03:04 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Dua saksi yang dihadirkan PT Balina Agung Perkasa sebagai distributor Aqua pada sidang lanjutan dugaan monopoli air minum dalam kemasan (AMDK) di Kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) pada Rabu (27/9) lalu‎dinilai menyimpang dari pokok perkara.

Ketua Tim Investigator KPPU Arnold Sihombing menilai kesaksian dua saksi dari PT Balina Agung Perkasa tidak menjawab persoalan yang dihadapi Aqua.‎ Kesaksian dua saksi itu dinilai tidak ada kaitan dengan pokok perkara atau menyimpang dari masalah yang sedang dihadapi.

"Kalau saya melihat, kesaksian 2 saksi dari terlapor 2 (PT Balina Agung Perkasa) tidak ada kaitannya dengan perkara yang sedang ditangani KPPU," jelas Arnold saat dihubungi wartawan, Sabtu (30/9).


Dalam persidangan Rabu lalu, PT Balina Agung Perkasa menghadirkan saksi bernama Agung Pamuji yang menjabat sebagai supervisor retail di wilayah Bekasi. Pria berusia 36 tahun itu dinilai menyampaikan hal yang berbeda dari pokok perkara yang dihadapi, yaitu penurunan status outlet Toko Vanny alias Cuncun milik Yatim Agus Prasetyo yang beralamat di Karawang dari status Star Outlet menjadi Whole Seller

Hal yang sama juga dinilai telah ditunjukkan saksi kedua, yaitu Fajri Sukma yang menjabat sebagai supervisor PT.Balina Agung Perkasa.

Ia dinilai tidak menjawab kesaksian Sulitiyo Pramono pada sidang di pertengahan September lalu. Saat itu, Sulistiyo Pramono menyebut ada salah satu nama manager PT Tirta Investama sebagai produsen Aqua yang terlibat alam penurunan status Toko Vanny.

Apalagi, berdasarkan surat elektronik yang dimiliki oleh TIM Investigator KPPU, terungkap ada surat menyurat melalui email dari Sulistiyo Pramono kepada atasan di PT Tirta Investama, yang menunjukkan Sulistiyo Pramono tidak bekerja sendiri dalam menurunkan status Toko Vanny.

Diduga ada pihak yang lebih bertanggung jawab atas penurunan status toko milik Yatim Agus Prasetyo tersebut.[san]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat Lampung, Apa Maknanya?

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Safari Politik Jokowi Bukti Kepemimpinan Gibran dan Kaesang Lemah

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Jokowi dan PSI, Duri dalam Daging Pemerintahan Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:09

Daftar Wilayah yang Berpotensi Terdampak El Nino 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:05

Keiko Fujimori Akhirnya Bernasib Sama Seperti Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:03

KPK Sebut 10 Orang Diamankan dalam OTT Kuansing

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:57

Panitia Minta Jokowi Datang Setelah Acara Adat, Kunjungan Malah Batal

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:50

Koperasi Beri Ruang Bagi Mahasiswa Berwirausaha

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:37

Tutup Perdagangan Akhir Bulan: IHSG Merosot ke 5.643, Rupiah Loyo Dekati Rp18 Ribu

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:28

Ketum AHY: Genap 25 Tahun, Partai Demokrat Ingin jadi Bagian Solusi

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:19

Selengkapnya