Berita

Suryo Prabowo/Net

Politik

Heboh Senjata, Suryo Prabowo: Siapa Yang Bisa Menghentikan?

SABTU, 30 SEPTEMBER 2017 | 20:10 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Tokoh militer Letnan Jenderal TNI (Purn) Suryo Prabowo angkat bicara terkait ribut-ribut senjata api belakangan ini.

Mantan Kepala Staf Umum TNI lewat akun Facebook miliknya Suryo Prabowo memaparkan sekaligus mempertanyakan siapa orang yang bisa dipercaya menghentikan kehebohan soal senjata ini.

Ribut-ribut senjata, Suryo Prabowo memaparkan pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, bantahan Menko Polhukam Jenderal TNI (Purn) Wiranto, video anggota Polri berlatih menembak senjata Roket Anti Tank (RPG), dan yang terakhir impor senjata dan amunisi.


"Kehebohan menjadi semakin heboh ketika hari ini (30/9) beredar luas diberbagai media sosial berita (dilengkapi foto) tentang adanya kiriman 280 pucuk senjata pelontar granat dan 5.932 granat tajam (high explosive fragmentation jumpgrenade/HEFJ) yang dipesan Brimob dari Bulgaria," ujar Suryo Prabowo.

Keheboan-keheboan beruntun ini kemudian merangsang Suryo Prabowo melemparkan beberapa pertanyaan.

"(1) mengapa Brimob memasukan senjata standar militer yang mematikan seperti itu; (2) mengapa senjata standar militer yang bisa dibuat di dalam negeri kok harus dibeli dari negara blok timur; (3) mengapa dokumen dan proses senjata militer yang dibeli Polri bisa viral di medsos; (4) apakah ini bagian dari rencana pembelian 5.000 pucuk senjata dari luar negeri yang semula telah digagalkan TNI. Sepertinya bukan. Lalu ..... (5) siapa di balik kehebohan ini dan mengapa?" paparnya.

"Kalau sudah seperti ini, siapa sih yang bisa dipercaya menghentikan kehebohan ini?" tukas Suryo Prabowo menambahkan. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya