Berita

Tokoh Islam Terima Penghapusan Tujuh Kata Di Piagam Jakarta Agar Indonesia Bersatu

SABTU, 30 SEPTEMBER 2017 | 17:28 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menyatakan bukan perkara mudah mengurus negara yang baru merdeka. Ia mencontohkan, negara Palestina dan Kosovo meski sudah menyatakan kemerdekaannya namun masih ada negara yang tidak mengakuinya.

Untuk itu, kata HNW sapaan akrab politisi PKS ini, para tokoh-tokoh Islam rela menghapus tujuh kata dalam Piagam Jakarta, "… dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya".

"Para tokoh Islam memahami betul sehingga Proklamasi 17 Agustus 1945 perlu dijaga. Tokoh Islam menerima penghapusan tujuh kata dalam Piagam Jakarta agar Indonesia tetap bersatu," tambahnya.


Belajar dari sejarah tersebut, HNW menegaskan bila bangsa ini membaca sejarah maka tidak akan menjadikan umat Islam sebagai pelengkap penderita. "Tanpa peran umat Islam tak akan ada Pancasila dan NKRI," paparnya.

Sebagai mayoritas penduduk Indonesia, jelas HNW, Soekarno paham betul kondisi ini sehingga dalam pidato pada 1 Juni 1945, Soekarno mengatakan di dadanya ada Islam. Tak heran bila Soekarno tidak mempermasalahkan Piagam Jakarta namun karena ada lobi Mohammad Hatta kepada tokoh-tokoh Islam maka tujuh kata tersebut dihapus.

Peran tokoh Islam dalam kebangsaan tidak hanya itu. Ketika bangsa ini berbentuk Republik Indonesia Serikat, bentuk yang tidak sesuai dengan cita-cita proklamasi itu ditolak oleh tokoh dari Partai Islam Masyumi, Mohammad Natsir.

"Dengan mosi integral Mohammad Natsir, Indonesia berbentuk kembali menjadi NKRI," paparnya.

HNW dalam kesempatan itu mengajak umat Islam untuk tidak terombang ambing sehingga tidak produktif. Diharapkan umat Islam jangan sedikit-dikit membidah dan mengkufurkan pihak lain.

"Kalau umat Islam hanya membicarakan soal bidah, lalu siapa yang akan mengurus Indonesia?" tanyanya.

Lalu kalau umat Islam antipati kepada negara Indonesia karena dianggap bidah, hal demikian akan membuat umat Islam menjadi tidak bersemangat dalam mengisi Indonesia.

"Dan kalau umat Islam tak mengisi Indonesia maka peran itu akan diambil oleh pihak lain," ungkapnya.

Diharapkan umat Islam menatap ke depan dan mengisi pembangunan. Karena negeri ini warisan para ulama.

Ditambahkan HNW, Pancasila mengandung prinsip yang bisa memberi rasa nyaman kepada umat Islam. Dengan Sila I Pancasila membuat anak bangsa bebas melaksanakan ibadah agama.

"Dengan Sila I kita juga bisa mengkoreksi paham yang tak sesuai di Indonesia, seperti paham komunis," pungkasnya. [rus]

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya