Berita

Rahmat Effendi/Net

Nusantara

PILKADA KOTA BEKASI

Emtu-Herkos Harus Berkoalisi Untuk Menyaingi Pepen

JUMAT, 29 SEPTEMBER 2017 | 08:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Petahana Walikota Bekasi Rahmat Effendi (Pepen), mantan Walikota Bekasi Mochtar Muhammad (Emtu/M2) dan Wakil Ketua DPRD Bekasi asal PKS Heri Koswara (Herkos) memiliki elektabilitas yang tinggi jelang Pilkada Kota Bekasi 2018.

Hal itu terlihat dari potret lembaga survei KedaiKOPI (Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia). Pepen, Emtu dan Herkos tiga nama teratas menuju Bekasi Satu.

"Ada tiga nama yang menguat Pepen, Emtu dan Herkos. Namun memang elektabilitas petahana tinggi (64,4 persen), kemudian Emtu (14,8 persen) dan Herkos (8,8 persen)," kata Deputi Direktur Eksekutif KedaiKOPI, Vivi Zabkie dalam keterangannya pagi ini, Jumat (29/9).


Sementara nama kandidat yang lain, lanjut Vivi, berada di bawah angka 4,5 persen.

"Jadi memang bila ingin menyaingi petahana, Emtu dan Herkos minimal harus bersatu. Survei ini memang tidak memasukkan nama wakil walikota petahana, Ahmad Syaikhu yang hampir pasti bertarung pada pemilihan Gubernur Jawa Barat kelak," jelas dia.

Popularitas petahana, Pepen, juga menempati posisi tertinggi (89,2 persen), Emtu (65,7 persen), Herkos (27,9 persen). Disusul, Anim Imanudin (24,7 persen), Solihin (18,8 persen), Tumai (13,4 persen), Nur Supriyanto (12,4 persen), Heikal (11 persen), Anggawira (8,8 persen) dan Sutriyono (4,8 persen).

"Untuk tingkat partisipasi, 76,2% responden menyatakan akan berpartisipasi dalam pilkada Bekasi. Tingkat kepuasan warga Bekasi kepada Walikota saat ini pun tinggi (61,9 persen), walaupun bila kita ingat Pilgub Jakarta lalu, tingkat kepuasan tidak menjamin petahana terpilih lagi, kendati demikian faktor ini patut dipertimbangkan akan menguntungkan petahana," kata Vivi.

Selanjutnya Vivi mengatakan bagi warga Kota Bekasi, lima besar kriteria karakter yang diinginkan warga sebagai Walikota adalah kuat agamanya (14,7 persen), santun (14 persen), mengerti kebutuhan rakyat (12,7 persen), dekat dengan rakyat (12,5 persen) dan mau mendengar (12,3 persen), sementara sisanya beragam seperti tidak korupsi, tidak kasar dan dekat dengan Presiden.

"Bagi warga Kota Bekasi, faktor agama (59,1 persen) mempengaruhi dalam memilih walikota dan 91,2 persen warga Kota Bekasi mengaku mampu menentukan pilihan tanpa dipengaruhi orang lain," papar Vivi.

Vivi menambahkan bahwa pertarungan Bekasi Satu akan berjalan menarik, bukan saja karena dekat dengan Jakarta, karena juga hasilnya akan sangat mungkin mempengaruhi hasil pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018.

Survei KedaiKOPI dilaksanakan dua tahap, pengumpulan data melalui wawancara tatap muka dan dilanjutkan dengan diskusi kelompok terfokus. Survei tatap muka dilaksanakan 5-7 September 2017, 400 responden di 40 kelurahan dengan margin of error +/- 4,9 persen. Sementara diskusi kelompok terfokus pada 21 September 2017 melibatkan perwakilan kelompok masyarakat‎ secara beragam. [rus]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

SGU Gandeng Poltek SSN Perkuat Pendidikan Siber Keamanan

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:09

Jokowi Bohong soal 54 Kali Ajak Makan Siang PKL Solo

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:02

Sentralisasi Hambat Otonomi Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:49

Kejagung Periksa Tujuh Saksi Kasus TPPU Febrie, Empat Penyidik Polri

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:05

Terungkap Jokowi Ikut Dirikan Gerindra di Solo Jelang Pemilu 2009

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:00

Satgas Jaga Jakarta dan FKDM Jangan Loyo Antisipasi Tawuran Warga

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:28

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pengedar Etomidate

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:24

Beredar Hasil Survei 32 Capres 2029

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:02

DKPP Putus Perkara Helikopter KPU pada 29 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:23

GOR Ciracas Diserbu 3.190 Pelamar Kerja

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:05

Selengkapnya