Berita

Foto: RMOL Babel

Nusantara

Wartawan Se-Babel Suarakan "Kami Bersama Disa"

KAMIS, 28 SEPTEMBER 2017 | 17:40 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

"Kami Bersama Disa" menjadi slogan dari aksi solidaritas wartawan se-Bangka Belitung (Babel). Mereka menuntut kasus penganiayaan Disa Aryandi, wartawan Harian Pos Belitung, diselesaikan lewat jalur hukum.

Aksi spontan hari ini (Kamis, 28/9) dilakukan di tujuh kabupaten dan kota Provinsi Babel. Dimulai dari Pangkalpinang. Meski diguyur hujan, aksi solidaritas yang dimotori Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Babel tetap digelar di depan gerbang Markas Polda Babel.

Sementara di Kabupaten Bangka Selatan (Basel), aksi digelar di Tugu Nanas Toboali. Aksi yang sama juga digelar di Bangka Barat (Babar), Bangka Tengah (Bateng) dan juga Belitung. Para wartawan kompak menolak segala bentuk kekerasan terhadap wartawan dan mendorong kepolisian mengawal kasus Disa hingga tuntas.


Koordinator aksi, Rudi Sahwani, mengungkapkan, kepolisian harus memproses pelaku pemukulan terhadap Disa Aryandi sesuai dengan UU Pers.

"Aksi ini bukan untuk memicu keributan, tetapi solidaritas terhadap rekan jurnalis yang menjadi korban kekerasan. Kami menginginkan pembelaan hukum dan tindakan kriminal ini dapat diproses. Apalagi pekerjaan jurnalis itu dilindungi UU," kata Rudi, dikutip RMOL Babel.

Jika hal ini tak ditindaklanjuti, lanjut Rudi, bukan tidak mungkin rekan wartawan lain bisa menjadi korban perlakuan serupa.

"Kami harap pelaku kekerasan segera diproses, karena tindakan kekerasan yang dilakukan adalah pelanggaran berat," pintanya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Babel, AKBP Abdul Mu’in, yang menjumpai wartawan berjanji akan menindaklanjuti laporan pengeroyokan atas Disa ke Polres Belitung.

"Kepolisian akan melakukan tindakan terhadap kasus ini. Saya akan sampaikan ke pimpinan, di manapun kantornya polisi wajib mendalami laporan. Jadi laporan ini ditindaklanjuti oleh Polres Belitung dan dipantau oleh pimpinan," ujarnya.

Wartawan Pos Belitung, Disa, dikeroyok sejumlah anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM) Intel dan Perwabel, pada Selasa (26/9).

Kekerasan tersebut berlatar belakang keberatan LSM tersebut atas pemberitaan penambangan timah ilegal.

Saat dikonfirmasi, Disa menegaskan, berita penambangan ilegal ditayangkan di media tempatnya bekerja tanpa menyebut nama jelas LSM maupun nama orang-orang tertentu yang melakukan aktivitas melawan hukum. [ald]

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Rayakan HUT Perusahaan Lewat Santunan Anak Yatim

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:59

Polisi Geledah Rumah terkait Kasus Dugaan Korupsi Kejagung, 74 Kg Emas Diamankan

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:40

Ketahanan Energi Indonesia Masih Pincang Tanpa Ada Cadangan Strategis

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:12

Polisi Geledah 12 Titik Kasus Korupsi, Rumah Mewah Jampidsus Tidak Termasuk

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:50

Peradi Profesional Catat Rekor Kerja Sama dengan 112 Perguruan Tinggi

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:45

IPW Dukung Polri Usut Dugaan Korupsi di Lingkungan Kejagung

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:26

Yogyakarta dan Takdir Dirgantara

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:01

Kritik terhadap Pemerintah Bagian dalam Kehidupan Demokrasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:41

Pertamina Berdayakan Difabel Kampung Rajut Inspirasi Green Warrior Bandung

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:18

Polisi Sita Uang Miliaran Rupiah Usai Geledah Kafe dan Money Changer di Cipete

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:14

Selengkapnya