Berita

Yingluck Shinawatra/Net

Dunia

PM Thailand: Yingluck Shinawatra Kabur Ke Dubai

KAMIS, 28 SEPTEMBER 2017 | 13:06 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha mengatakan bahwa mantan PM Thailand, Yingluck Shinawatra saat ini tampaknya tinggal di pusat komersial Timur Tengah Dubai setelah melarikan diri dari hukuman pidana.

"Kami telah menerima laporan informal awal dari Kementerian Luar Negeri yang mengindikasikan bahwa dia (Yingluck) berada di Dubai," kata Prayuth di hadapan wartawan Thailand (Kamis, 28/9).

Yingluck sendiri dijatuhi hukuman absen selama lima tahun di penjara pada hari Rabu setelah dinyatakan bersalah melakukan kelalaian dalam mengawasi program subsidi beras yang kehilangan uang semasa ia menjabat.


Pemerintahan Yingluck diketahui digulingkan dalam kudeta tahun 2014 dan pemerintah militer yang tetap memegang kendali atas negara tersebut telah mengejar Yingluck melalui pengadilan.

Namun demikian, Yingluck melarikan diri dari Thailand sesaat sebelum pengadilan pada bulan lalu.

Yingluck dan pendukungnya mengatakan bahwa dia tidak bersalah, dan dia telah meminta dakwaan untuk tidak diliputi dengan motif politik.

Yingluck merupakan perempuan mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, seorang konglomerat telekomunikasi. Thaksin digulingkan dalam kudeta tahun 2006 oleh militer Thailand di tengah tuduhan korupsi dan dugaan ketidakpedulian terhadap monarki, yang telah lama dia tolak.

Thaksin juga melarikan diri ke Dubai dan sejak itu telah mempertahankan sebuah rumah di Uni Emirat Arab sementara juga secara teratur bepergian ke London.

Pejabat di Dubai belum berkomentar mengenai keberadaan Yingluck dan tidak menanggapi pertanyaan PM Thailand tersebut. Demikian seperti dimuat Associated Press. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya