Ternyata, separuh lebih penduduk Indonesia tidak hafal Lagu Indonesia Raya. Di dunia maya, berita ini ramai dikomentari. Menyedihkan sekali.
Informasi itu diungkapkan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Soedarmo . Data ini diperolehnya dari survei salah satu lembaga. Tidak disebut lembaga apa yang melakukan survei. Namun dalam kesimpulannya, sekitar 53 persen warga Indonesia alias separuh dari total penduduk Republik ini nggak hafal Indonesia Raya.
"Dari 100 orang yang ditanya, 18 orang tidak tahu judul lagu kebangsaan. Dari 100 orang, 24 orang tidak paham sila Pancasila dan 53 persen penduduk tidak hafal lagu kebangsaan. Ini sesuatu yang ironis namun perlu disikapi serius," kata Soedarmo di Padang, Sumatera Barat, Selasa malam (26/9).
Dia menyatakan ini saat temu ramah dengan Gubernur, Bupati dan Wali Kota serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, anggo ta DPRD Provinsi serta perangkat daerah hingga Lurah se-Sumatera Barat, bersama Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Dari survei tersebut juga ditemukan hasil mencengangkan yakni 61 persen generasi muda tidak peduli dengan kondisi negara.
Tugas ini menjadi salah satu tanggung jawab kepala daerah. Selain melakukan pembangunan, kepala daerah juga wajib memelihara kebhinnekaan dan menjaga rasa nasionalisme dan kebangsaan di wilayahnya. Di antaranya dilakukan dengan memberdayakan seluruh komponen yang ada di daerah mulai dari forum komunikasi pimpinan daerah, tokoh masyarakat dan organisasi masyarakat.
"Ini perlu jadi perhatian bersama para kepala daerah agar memahami kondisi ini dan menumbuhkembangkan nasionalisme melalui ideologi Pancasila," tandasnya.
Disebutkannya, kondisi memprihatinkan ini juga terjadi karena sistem politik yang belum berjalan dengan baik yang berdampak pada belum lahirnya pemimpin amanah dan memperjuangkan warganya. "Ini menyangkut kaderisasi partai yang belum maksimal karena terkendala anggaran serta mahalnya ongkos pilkada menjadikan oknum kepala daerah mendahulukan kepentingan pribadi sehingga menyeleweng, seperti korupsi," tandasnya.
Menanggapi ini, media sosial riuh. Banyak netizen yang miris dengan hasil survei tersebut. "Miris. 53 persen warga Indonesia tak hafal lagu Indonesia Raya," cuit @mellynazhway di Twitter, disambut @SuaraGolkar. "Sungguh menyedihkan sekali warga Indonesia ini," kicaunya. Akun @ cha1d1r tak percaya. "Masak sih? Ironis banget. Anak saya yang SD hapal Pancasila dan Indonesia Raya," kicaunya.
Di Facebook, berita ini lebih ramai diperbincangkan. Tanggapannya sama. Miris jika hasil survei benar adanya. "Waduh miris banget, masa lagu kebangsaan sendiri gak apal," tulis Michael Bastian sembari menautkan link berita terkait. Ari Kusuma Wijaya juga heran dan sedih. "Kacau-kacau. Ideologi apa yang dipakai ya? Kok sampe gak apal lagu kebangsaannya sendiri. Pada ngaku Pancasila," sesal dia.
Akun Janem Jaejatol menilai lebih banyak anak-anak yang hafal lagu yang lagi nge-hits ketimbang lagu kebangsaan. "Apalagi anak jaman sekarang. Hafalnya
tum hi ho," sebut dia, diamini Noor Hayati. "Hafalnya
sakitnya tuh di sini." Akun Emi Tang menimpali. "Itulah negerikau yang rakyatnya gak pernah menghargai suatu karya dari sejarah bangsa. Mungkin beberapa tahun kedepan anak-anak sama sekali lupa lagu kebangsaan dan lagu perjuangan. Dulu radio selalu mengumandangkannya tiap habis baca berita," tulisnya panjang, senada dengan Denis Dadang. "Kalau dulu pasti hapal. Karena hampir setiap hari lagunya berkumandang di TVRI."
Akun Sabri menilai wajar sembari menyindir. "Kalau rakyat biasa jelata ya pantas gak hafal. Karena yang mereka hapal lagu-lagu yang dinyanyikan cacing dalam perut," sindirnya, disamber Shandvirra. "Dangdutan bae sih. Di tempat inyong kalau 17 an malah kebanyakan nyetel Dangdutan bukan lagu kenegaraan," katanya. ***