Berita

Foto/Net

Politik

Tragis, Mayoritas Rakyat Lupa Lagu Indonesia Raya

KAMIS, 28 SEPTEMBER 2017 | 10:23 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Ternyata, separuh lebih penduduk Indonesia tidak hafal Lagu Indonesia Raya. Di dunia maya, berita ini ramai dikomentari. Menyedihkan sekali.

Informasi itu diungkapkan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Soedarmo . Data ini diperolehnya dari survei salah satu lembaga. Tidak disebut lembaga apa yang melakukan survei. Namun dalam kesimpulannya, sekitar 53 persen warga Indonesia alias separuh dari total penduduk Republik ini nggak hafal Indonesia Raya.

"Dari 100 orang yang ditanya, 18 orang tidak tahu judul lagu kebangsaan. Dari 100 orang, 24 orang tidak paham sila Pancasila dan 53 persen penduduk tidak hafal lagu kebangsaan. Ini sesuatu yang ironis namun perlu disikapi serius," kata Soedarmo di Padang, Sumatera Barat, Selasa malam (26/9).


Dia menyatakan ini saat temu ramah dengan Gubernur, Bupati dan Wali Kota serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, anggo ta DPRD Provinsi serta perangkat daerah hingga Lurah se-Sumatera Barat, bersama Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Dari survei tersebut juga ditemukan hasil mencengangkan yakni 61 persen generasi muda tidak peduli dengan kondisi negara.

Tugas ini menjadi salah satu tanggung jawab kepala daerah. Selain melakukan pembangunan, kepala daerah juga wajib memelihara kebhinnekaan dan menjaga rasa nasionalisme dan kebangsaan di wilayahnya. Di antaranya dilakukan dengan memberdayakan seluruh komponen yang ada di daerah mulai dari forum komunikasi pimpinan daerah, tokoh masyarakat dan organisasi masyarakat.

"Ini perlu jadi perhatian bersama para kepala daerah agar memahami kondisi ini dan menumbuhkembangkan nasionalisme melalui ideologi Pancasila," tandasnya.

Disebutkannya, kondisi memprihatinkan ini juga terjadi karena sistem politik yang belum berjalan dengan baik yang berdampak pada belum lahirnya pemimpin amanah dan memperjuangkan warganya. "Ini menyangkut kaderisasi partai yang belum maksimal karena terkendala anggaran serta mahalnya ongkos pilkada menjadikan oknum kepala daerah mendahulukan kepentingan pribadi sehingga menyeleweng, seperti korupsi," tandasnya.

Menanggapi ini, media sosial riuh. Banyak netizen yang miris dengan hasil survei tersebut. "Miris. 53 persen warga Indonesia tak hafal lagu Indonesia Raya," cuit @mellynazhway di Twitter, disambut @SuaraGolkar. "Sungguh menyedihkan sekali warga Indonesia ini," kicaunya. Akun @ cha1d1r tak percaya. "Masak sih? Ironis banget. Anak saya yang SD hapal Pancasila dan Indonesia Raya," kicaunya.

Di Facebook, berita ini lebih ramai diperbincangkan. Tanggapannya sama. Miris jika hasil survei benar adanya. "Waduh miris banget, masa lagu kebangsaan sendiri gak apal," tulis Michael Bastian sembari menautkan link berita terkait. Ari Kusuma Wijaya juga heran dan sedih. "Kacau-kacau. Ideologi apa yang dipakai ya? Kok sampe gak apal lagu kebangsaannya sendiri. Pada ngaku Pancasila," sesal dia.

Akun Janem Jaejatol menilai lebih banyak anak-anak yang hafal lagu yang lagi nge-hits ketimbang lagu kebangsaan. "Apalagi anak jaman sekarang. Hafalnya tum hi ho," sebut dia, diamini Noor Hayati. "Hafalnya sakitnya tuh di sini." Akun Emi Tang menimpali. "Itulah negerikau yang rakyatnya gak pernah menghargai suatu karya dari sejarah bangsa. Mungkin beberapa tahun kedepan anak-anak sama sekali lupa lagu kebangsaan dan lagu perjuangan. Dulu radio selalu mengumandangkannya tiap habis baca berita," tulisnya panjang, senada dengan Denis Dadang. "Kalau dulu pasti hapal. Karena hampir setiap hari lagunya berkumandang di TVRI."

Akun Sabri menilai wajar sembari menyindir. "Kalau rakyat biasa jelata ya pantas gak hafal. Karena yang mereka hapal lagu-lagu yang dinyanyikan cacing dalam perut," sindirnya, disamber Shandvirra. "Dangdutan bae sih. Di tempat inyong kalau 17 an malah kebanyakan nyetel Dangdutan bukan lagu kenegaraan," katanya. ***

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya