Berita

Foto/Net

Pertahanan

Sebutkan Saja Namanya Pak, Biar Jelas Juga Kampusnya

Bos BNPT Sebut Ada Rektor Gabung ISIS
RABU, 27 SEPTEMBER 2017 | 08:05 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Dunia pendidikan Tanah Air kembali terancam oleh penyeba­ran paham radikalisme. Setelah mahasiswa dan dosen, kini rek­tor sebagai pimpinan tertinggi civitas akademika disebut ada yang terlibat jaringan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

 Kabar ini disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius dalam Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi Melawan Radikalisme di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali.

"Tolong untuk rekrutmen dosen hati-hati, karena kami menemukan rektor yang terindikasi ISIS," beber Suhardi dalam paparannya.


Hadir dalam kegiatan tersebut, 2000 rektor dan direktur perguruan tinggi dari berbagai daerah di tanah air.

Suhardi mengaku sudah menghubungi Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir agar diambil tinda­kan tegas. "Artinya infiltrasi, sudah ke berbagai macam bidang. Ini yang perlu kita waspadai."

Bekas Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri ini menambahkan, 'Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi Melawan Radikalisme' dilakukan dalam semangat menjaga keutuhan bangsa, dengan wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari rongrongan radikalisme. Ke depan, kata Suhardi, aksi-aksi seperti ini harus terus dilakukan.

Suhardi mengatakan, pemaha­man melalui pendalaman kegiatan akademik mengenai sejarah la­hirnya Pancasila harus digalakkan. "Perguruan Tinggi Indonesia harus menjadi pintu gerbang keberlang­sungan Pancasila dan menjaga bingkai NKRI," kata Suhardi.

Warga dunia maya yang mengeta­hui kabar tersebut langsung bereaksi. Netizen khawatir adanya indikasi pemahaman radikal telah masuk dunia pendidikan.

"Jadi.. ttg adanya rektor yg terindikasi ISIS, ganti aja ya, pak @jokowi. Dideradikalisasi aja rek­tornya," cuit akun @RinjaniJB.

"Sikat pak. Bila perlu seka­lian DIGEBUK...." ujar akun @ Arturoghati.

"Itu lebih penting dan fakta, ketimbang menghembuskan isu PKI sebagai dagangan politisasi jelang 2019. #savenkri#nkrihargamati," tutur akun @boyheboy.

"Nah informasi yg begini yg bagus," ujar akun @enny_endahmemuji.

"Rektor terindikasi ISIS, bukti bahwa ISIS bukan masalah kurang pengetahuan, ataupun pendidikan. Tetapi ideologi berbasis agama," kata akun @albertkakiay berpenda­pat.

"Untung baru rektornya yg ISIS... Lha kalo ketua kopertis dan dirjen diktinya kan bahaya lagi bro...!!!"  tutur akun @Pra36620672Heru was-was.

"@BNPTRI @BIN_Official @ INTERPOL_Cyber lakukanlah op­erasi senyap counter attack ISIS @ PolhukamRI @BrimobDensus88," ujar akun @MahatmantoTewel.

Namun akun @sng_p justru mem­pertanyakan tindak lanjut dari infor­masi yang disampaikan bos BNPT tersebut. "Terus BNPT do what terhadap rektor ybs pak? Curious," tanya akun @FarinaPane.

"Sebut nama dong!!! Bila negara nggak menghukum, biar sosial yang menghukum," cuit akun @endogda­dar. "Berarti mereka bukan WNI lagi kan? Kok nggak ditangkap?," kritik akun @Aldiasman.

"Kalau sudah penganut paham isis knp gak ditangkap dan dihu­kum?" timpal akun @justwarning.

Akun @paulodibala2107 ber­pendapat, bila lingkungan kampus sudah banyak yang terlibat ISIS, tentunya faktor kemiskinan bukan lagi jadi alasan.

"Bukan orang miskin saja yg bisa tergoda menjadi teroris, orang pintar (dekan), orang kaya (pemi­lik konveksi), politikus (anggota dprd), dan hamper menyentuh semua kalangan jadi bisa disimpu­kan teroris muncul bukan karena kemiskinan, kesenjangan ekonomi tapi karena paham yg mereka ya­kini," kicaunya.

Namun hukuman apa yang cocok untuk rektor yang terbukti gabung ISIS, pendapat netizen justru be­ragam. "tangkap dan hukum mati," tegas akun @ed_tirta. "Mutasiin aja jd kepala sekolah TK pa Alius, biar siuman!" tegas akun @sng_p.

"Harus dihukum, mengingat perguruan tinggi adalah tempat ditempanya orang2 berilmu yang siap terjun ke masyarakat."

Akun @rizalcreatif justru me­nanggapi nyinyir kabar tersebut. "Berarti benar dugaan saya, malah saya curiga ada Rektor yang ang­gota Power Ranggers, Spiderman, Batman dan Iron Man," ledeknya.

"yg terindikasi PKI/ komunis ada nggak pak," cuit akun @krtmlm.

Sebelumnya, Menristekdikti Muhammad Nasir sempat membe­berkan informasi yang sama. Kata dia, ada laporan, ada calon rektor di perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia ternyata bergabung dengan kelompok ISIS.

"Kemarin ada dari PTS mengang­kat seorang dekan menjadi calon rektor. Dan yang terjadi, dia ternyata tergabung dalam ISIS," ungkap Prof Nasir yang tidak menyebutkan PTS yang dimaksud.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo juga mengungkap­kan, ada seorang dekan merupakan penganut paham ISIS.

"Informasi Pak Dikti ada ses­eorang dekan yang sudah mau jadi, mau jadi pimpinan perguruan tinggi pada saat mau pelantikan, baru ke­tahuan bahwa dia adalah penganut ISIS," kata Tjahjo.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol Rikwanto menuturkan, rekruitmen ISIS sudah menyasar pada lingkungan kampus. "Tidak semua ya. Lewat acara-acara di masjid kampus. Ini hasil pemerik­saan tim Detasemen Khusus," beber Rikwanto. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya