Berita

Foto/Net

Politik

Mahasiswa: Wiranto Dan Gatot Harus Jujur

SELASA, 26 SEPTEMBER 2017 | 09:25 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Menko Polhukam Jenderal TNI (Purn) Wiranto mengoreksi pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo terkait 5 ribu senjata api (senpi) ilegal yang bakal dipesan oleh kelompok instansi di luar militer.

Wiranto mengungkapkan, yang memesan senpi tersebut adalah Badan Intelijen Negara (BIN). BIN memesan 5 ratus senpi untuk keperluan pendidikan dan latihan, bukan 5 ribu seperti yang dikatakan Gatot.

Namun oleh Gatot, meski tidak mau mengomentari soal senpi, dia tidak membantah rekaman suara yang beredar yang berisi omongannya ada 5 ribu senpi ilegal yang bakal dipesan oleh kelompok di luar militer.


Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ahmad Fauzi Syahputra meminta agar Wiranto dan Gatot harus jujur. Mana yang benar, data Gatot atau koreksi Wiranto.

"Apa yang disampaikan Pak Gatot tidak boleh dianggap enteng, begitu pula tanggapan Pak Wiranto. Kami menyarankan beliau-beliau bertemu supaya masyarakat tidak bingung,” ujar Fauzi, di Jakarta, Selasa (26/9).

Sebelumnya, Gatot menyampaikan adanya institusi di luar militer yang mencatut nama Presiden untuk mendatangkan 5 ribu senpi ilegal. Mendengar kabar itu, Wiranto pun menepisnya. Dia mengatakan, hal itu hanya miskomunikasi antar instansi pemerintah.

Wiranto menjelaskan, pernyataan Gatot itu berhubungan dengan pembelian 500 pucuk senpi buatan Pindad yang diperuntukkan untuk sekolah intelijen, buka sebagaimana tuduhan Gatot terkait isu 5 ribu senpi ilegal.

"Pak Wiranto mengatakan itu hanya persoalan komunikasi. Sebagai Menko Polhukam yang menggawangi keamanan negara, mestinya dia selalu komunikasi dengan Panglima TNI. Begitu pun sebaliknya Pak Gatot, ia tidak pantas melempar isu itu tanpa koordinasi," jelas Fauzi.

Fauzi menambahkan, TNI merupakan lembaga yang bertugas menjaga pertahanan dan kedaulatan bangsa, baik ancaman dari dalam maupun luar. Baginya, Panglima TNI dan Menko Polhukam adalah simbol keamanan negara.

"Kita tidak tahu siapa yang benar, karena keduanya mengklaim punya data akurat dari intelijen. Kami meminta kepada Pak Gatot dan Pak Wiranto harus jujur, tidak menyepelekan urusan keamanan negara," pungkasnya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya