Berita

Foto/Net

Bisnis

Citilink: Peristiwa Itu Dialami Beberapa Penerbangan Lain

Video Kerumunan Lebah Di Sayap Pesawat Viral Di Medsos
SELASA, 26 SEPTEMBER 2017 | 08:09 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Maskapai penerbangan berbiaya murah, Citilink Indonesia, akan melakukan evaluasi terkait penyebab munculnya sekumpulan lebah di sayap pesawat Citilink dengan nomor penerbangan QG 885 rute Batam-Kualanmu, Sumatera Utara.

Dalam video yang viral di media sosial, terekam sekum­pulan lebah berada di bagian ujung sayap kanan pesawat Citilink Indonesia dengan no­mor penerbangan QG 885 rute Batam-Kualanmu, Medan, Ju­mat (22/9). Kerumunan lebah itu terjadi tidak lama setelah pesawat mendarat pada pukul 11.42 WIB.

Vice President Corporate Communications Citilink Indo­nesia Benny S Butarbutar men­gatakan, Citilink akan berkoor­dinasi dengan pihak pengelola bandara, mengingat kawasan bandara termasuk di areal lan­dasan pacu harus terbebas dari binatang liar atau aktivitas apa pun yang membahayakan.


"Laporan juga menyebutkan bahwa peristiwa ini dialami beberapa penerbangan lainnya. Karena itu, kita akan bahas lagi dengan pihak bandara untuk pencegahan ke depannya," kata Benny kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurut Benny, penyebab kemunculan lebah di area sekitar bandara diduga kar­ena habitat atau sarang lebah terganggu oleh aktivitas pen­ebangan pohon.

"Aktivitas di bandara ini mengganggu mereka, sehingga koloni lebah menyebar dan berkumpul pada objek lain. Termasuk pesawat yang ada di bandara," terang Benny.

Untuk mencegah insiden se­rupa kembali terjadi, lanjutnya, Citilink telah melakukan pe­nyemprotan dan pemeriksaan ulang terhadap seluruh kondisi pesawat. Hal ini dilakukan se­suai prosedur keselamatan dan keamanan penerbangan.

Pertama Kali Terjadi

Branch Communication and Legal Manager Bandara Kualanamu, Wisnu Budi Setianto mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum dapat memas­tikan atau belum dapat menge­tahui penyebab ujung sayap kanan dari pesawat Citilink dikerubungi lebah.

"Fenomena tersebut baru pertama kali terjadi dan kita belum mengetahui penyebab­nya. Namun insiden ini sempat membuat pesawat mengalami penundaan keberangkatan. Pe­nundaan penerbangan berlang­sung selama 90 menit untuk dilakukan pembersihan," kata Wisnu.

Wahyu mengatakan, selaku pengelola Bandara Kualanamu, Angkasa Pura (AP) II Persero telah menurunkan petugas ke­bersihan dan langsung mem­bersihkan lebah tersebut setelah mendapat laporan dari pihak maskapai penerbangan.

"Fenomena itu tengah dilaku­kan penelitian oleh pihak Ban­dara dan melakukan pencegahan agar hal serupa tidak terulang kembali," tutur Wisnu.

Menteri Perhubungan (Men­hub) Budi Karya Sumadi men­gatakan, Kementerian Perhubungan bersama pengelola bandara akan mengundang para ahli un­tuk meneliti penyebab kerumu­nan lebah di sayap pesawat yang terjadi di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara tersebut.

"Saya lagi mau mengundang para ahli untuk meneliti, itu lebah apa, apa kecenderungan­nya," kata Budi Karya.

Dikatakan bekas bos PT Ang­kasa Pura II itu, peristiwa terse­but baru pertama kali terjadi di Indonesia. Dengan adanya ribuan lebah tersebut stabilitas Bandara Kualanamu menjadi terganggu.

"Tapi memang dengan adanya lebah itu suatu unstabilitas di sana. Ini baru yang pertama kali," ujarnya.

Seperti diketahui, video kawa­nan lebah yang mengerumuni sayap pesawat Citilink di Ban­dara Kualanamu menjadi vilar di media sosial. Dalam video tersebut terlihat kerumunan seperti telah membentuk sarang­nya di sayap pesawat tersebut sebelum akhirnya dibersihkan menggunakan air mobil pem­adam. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya