Berita

Nikahsirri.com/net

Nusantara

Nasyiatul Aisyiah: Nikahsirri.com Bentuk Perilaku Di Zaman Jahiliyah

SENIN, 25 SEPTEMBER 2017 | 18:52 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah Diyah Puspitarini mendukung upaya pemerintah dan kepolisian dalam mengusut tuntas motif serta perkembangan dari partai ponsel yang didalamnya terdapat program nikahsirri.com serta lelang perawan.

"Nikahsirri.com dan apa yang dijelaskan dalam situasi ini adalah bentuk tafsiran bebas tuntutan agama Islam tanpa memperhatikan kaidah yang jelas serta hukum negara. Pernikahan sebaiknya dicatat agar menjadi dokumen resmi dan sah," kata Diyah melalui keterangan tertulis, Senin (25/9).

Diyah menambahkan, lelang keperawanan pun adalah bentuk perilaku jahiliyah karena menjadikan keperawanan sebagai nilai materi.


"Tentu saja jika para remaja terbuai maka akan merusak nilai moralitas serta adat ketimuran bangsa Indonesia. Dampak yg lain adalah dampak kesehatan reproduksi serta gaya hidup free sex yg akan merajalela," tambah Diyah.

Lebih lanjut, Diyah menegaskan jika nikahsirri.com dan lelang perawan ini akan menjadikan perempuan menjadi korban dan obyek yang selalu menjadi pihak yang dirugikan baik secara fisik maupun batin.

"Maka dari itu jika sudah dilakukan penyidikan lebih jauh terhadap pelaku dan situs tersebut serta pengikut dr partai ponsel ini, kami mendukung pelaku dihukum berat karena sudah membahayakan generasi bangsa serta meresahkan masyarakat Indonesia," demikian Diyah.[san]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya