Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan bantuan untuk pengungsi jika terjadi bencana erupsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali.
Gubernur NTB TGH M. Zainul Majdi atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) mengimbau warganya untuk meningkatkan kewaspadaan. TGB juga dan memerintahkan kepada jajarannya menyiapkan langkah-langkah penanganan bencana untuk melindungi masyarakat.
"Pemprov NTB ikut peduli terhadap keadaan dan situasi. Kami siap memberikan bantuan segera secara darurat. Mulai dari sekarang sudah mensosialisasikan kesiapan menghadapi bencana di Bali," tutur TGB dalam keterangannya kepada redaksi, Minggu (25/9).
TGB mengatakan, wilayah Lombok sebagai provinsi yang berdekatan dengan Bali telah menyiapkan segala sesuatunya untuk antisipasi awal apabila terjadi bencana erupsi Gunung Agung. Bantuan yang sudah dipersiapkan itu mulai dari tenda-tenda pengungsian, dapur umum dan peralatan memasak, masker, obat-obatan. Tim medis dari Dinas Kesehatan NTB juga siap memberikan bantuan barang kepada daerah di Bali yang membutuhkan.
Dinkes Pemprov NTB yang bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB bahkan menyediakan masker bagi warga Lombok yang diperkirakan bakal terdampak.
Selain ini, TGB meminta kepada jajarannya dibantu Polri dan stakeholders lainnya memantau dengan ketat perkembangan situasi dan kondisi serta memitigasi risiko jika erupsi Gunung Agung terdampak ke wilayah NTB termasuk penanganan objek vital seperti Bandara Udara Internasional Lombok.
"Kami sudah lakukan persiapan mana kala itu terjadi. Namun, saya mendoakan semoga kita terhindar dari bencana, namun bila terjadi, semoga bencana tidak berkepanjangan dan masyarakat terlindungi," ujarnya.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat aktivitas gempa vulkanik dan tektonik dari pukul 00.00 - 18.00 WITA (Minggu, 24/9) terdata 472 kali dan gempa sering dirasakan warga di Denpasar yang berjarak 70 km. Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) mencatat jumlah pengungsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, bertambah menjadi 15.142 jiwa yang tersebar di 125 titik di tujuh kabupaten.
Para pengungsi antisipasi Gunung Agung juga tercatat berada di Kabupaten Badung di lima titik mencapai 35 jiwa, Kabupaten Bangli sebanyak 17 titik mencapai 465 jiwa, Kabupaten Buleleng tersebar di 10 titik sebanyak 2.423 jiwa dan Denpasar di enam titik sebanyak 343 jiwa. Selain itu di Kabupaten Gianyar di sembilan titik mencapai 182 jiwa, Kabupaten Karangasem tersebar di 54 titik sebanyak 7.852 jiwa, Kabupaten Klungkung sebanyak 21 titik dengan jumlah pengungsi mencapai 3.590 jiwa dan Kabupaten Tabanan di tiga titik sebanyak 252 jiwa.
[wid]