Berita

Foto: Humas ACT

Nusantara

Pengungsi Gunung Agung Meningkat, ACT Dirikan Dapur Umum

SENIN, 25 SEPTEMBER 2017 | 09:50 WIB | LAPORAN:

Kabut tebal masih menyelimuti wajah Gunung Agung yang kini berstatus Awas.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat adanya peningkatan aktivitas Gunung Agung yang signifikan.

Minggu (24/9), telah terjadi 332 kali gempa vulkanik dalam, 211 kali gempa vulkanik dangkal, dan 43 gempa tektonik lokal mulai pukul 00.00 hingga 12.00 WITA.


Getaran gempa dirasakan warga di sejumlah wilayah pengungsian. Salah satunya adalah Desa Menanga, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, yang terletak 12 km dari kawah Gunung Agung.

Menurut Kusmayadi selaku koordinator Tim Disaster Emergency Relief Management ACT di lokasi pengungsian, guncangan gempa berskala kecil kerap terasa beberapa kali. Meskipun demikian, pengungsi diimbau agar tidak terlalu panik dengan getaran gempa yang ada.

Desa Menanga menjadi titik aman pertama yang berlokasi 3 km dari zona merah rawan bencana. Hingga Minggu (24/9), jumlah pengungsi di desa ini telah mencapai hampir 500 jiwa.

Tim Disaster Emergency Relief Management ACT bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) di Bali telah memonitor kondisi titik-titik pengungsian di Desa Menanga. Para pengungsi di desa tersebut umumnya telah mengungsi sejak tiga hari yang lalu, yakni Jumat (22/9). Mereka beristirahat di pendopo-pendopo dengan kondisi seadanya.

"Kami juga telah mendistribusikan bantuan tanggap darurat seperti makanan siap saji, air mineral, dan susu kepada hampir 500 pengungsi di Desa Menanga. Kebutuhan pangan sangat mereka butuhkan saat ini," tutur Kusmayadi melalui siaran pers Humas Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang diterima redaksi, Senin (25/9).

Diakui Kusmayadi, dapur umum amat dibutuhkan seiring dengan meningkatnya jumlah pengungsi per harinya. Dengan adanya dapur umum, akan lebih banyak pengungsi yang mendapatkan suplai makanan harian.

"Sabtu lalu (23/9), kami sudah mendirikan Posko Tanggap Bencana Gunung Agung di Desa Menanga. Rencanya, kami juga segera mendirikan dapur umum dalam waktu dekat ini agar bisa menyuplai kebutuhan pangan pengungsi yang kian meningkat," imbuh Kusmayadi.

Saat ini Tim DERM ACT dan MRI Bali telah mengerahkan sekitar 46 personelnya di lapangan. Koordinasi langsung dengan mangku adat, BNPB, posko pantau, dan aparat kepolisian juga terus dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya erupsi Gunung Agung.

Sementara itu, Kepala PVMBG Kasbani menginformasikan, tanda-tanda aktivitas gunung api terekam secara visual maupun instrumental. Dalam keterangannya pada Minggu (24/9), analisis terakhir PVMBG mengindikasikan bahwa energi kegempaan vulkanik Gunung Agung terus meningkat dan memiliki potensi untuk meletus. Namun demikian, baik PVMBG maupun seluruh ahli gunung api di dunia, belum ada yang mampu memastikan kapan letusan akan terjadi, imbuh Kasbani.

Dengan meningkatnya aktivitas Gunung Agung, warga yang memilih untuk mengungsi kian melonjak. Hingga Minggu (24/9), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mencatat jumlah pengungsi telah mencapai 34.931 jiwa dan tersebar di 238 titik pengungsian di tujuh kabupaten. Kebutuhan utama mereka antara lain makanan siap saji, sembako, perlengkapan tidur, air mineral, pakaian, popok bayi, pembalut wanita, susu, perlengkapan sanitasi, dan obat-obatan.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya