Mantan Bupati Bangkalan, KH Fuad Amin menerima dengan lapang dada dan legowo putusan Mahkamah Agung (MA) yang menjatuhkan hukuman 13 tahun penjara atau dua tahun di bawah tuntutan KPK.
Adik kandung Fuad Amin, Abdul Latief Amin Imron juga menjelaskan bahwa pihak keluarga sudah menerima putusan tersebut.
"Sebagai warga negara yang baik, beliau sekarang menjalani kehidupan di LP Sukamiskin. Semoga dengan putusan hukum ini menjadikan beliau lebih meningkatkan amal ibadahnya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (24/9).
Latief meminta kepada semua pihak untuk menghormati keputusan hukum ini. Tidak perlu ada lagi dramatisasi kasus ini untuk kepentingan Pigub Bangkalan 2018.
Lebih lanjut, Latief menjelaskan bahwa kharisma Fuad Amin tidak luntur di mata masyarakat Madura meski dia sudah tersandung kasus. Apalagi, Fuad Amin merupakan cucu dari ulama besar Madura, KH. Muhammad Khalil Bangkalan atau yang sering dijuluki masyarakat Madura sebagai Syaichona Cholil.
Bukti masyarakat Madura masih mencintai Fuad Amin bisa dilihat dari jumlah kunjungan ke Lapas Sukamiskin. Sedikitnya 200 orang Madura datang ke lapas setiap bulan. Mereka bahkan membawakan masakan khas madura kesukaan Fuad Amin seperti bebek sinjay bangkalan dan soto madura.
"Ini membuktikan bahwa sosok beliau memang dicintai masyarakat Bangkalan sebagai pengayom," tutur Latief.
Latief kemudian menjelaskan bahwa Fuad memiliki jasa yang besar dalam pembangunan jembatan Surabaya-Madura (Suramadu). Pembangunan ini sempat ditolak masyarakat Madura karena dikhawatirkan dapat menggerus laju kerusakan budaya dan kearifan lokal masyarakat.
KH. Fuad Amin tampil di garda terdepan dengan menjelaskan ke masyarakat bahwa ia melihat dampak positif jembatan Suramadu demi percepatan dan kemajuan masyarakat Madura.
Fuad Amin yang dipercaya Gubernur Jawa Timur Imam Utomo pada tahun 2004 sebagai Ketua Tim 9 hadir untuk menjelaskan kepada masyarakat bahwa jembatan Suramadu berdampak positif dan mempercepat kemajuan masyarakat Madura.
"Beliau sebagai tokoh masyarakat Madura yang berani berseberangan pendapat dengan tokoh masyarakat Madura saat itu demi kemaslahatan bersama dan kemajuan umat," pungkasnya.
Terbukti, kini jembatan Suramadu bermanfaat besar bagi percepatan dan pemerataan perekonomian masyarakat Madura.
[ian]