Berita

Fuad Amin/Net

Nusantara

Kharisma Fuad Amin Tidak Luntur Di Mata Masyarakat Madura

MINGGU, 24 SEPTEMBER 2017 | 19:46 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Mantan Bupati Bangkalan, KH Fuad Amin menerima dengan lapang dada dan legowo putusan Mahkamah Agung (MA) yang menjatuhkan hukuman 13 tahun penjara atau dua tahun di bawah tuntutan KPK.

Adik kandung Fuad Amin, Abdul Latief Amin Imron juga menjelaskan bahwa pihak keluarga sudah menerima putusan tersebut.

"Sebagai warga negara yang baik, beliau sekarang menjalani kehidupan di LP Sukamiskin. Semoga dengan putusan hukum ini menjadikan beliau lebih meningkatkan amal ibadahnya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (24/9).


Latief meminta kepada semua pihak untuk menghormati keputusan hukum ini. Tidak perlu ada lagi dramatisasi kasus ini untuk kepentingan Pigub Bangkalan 2018.

Lebih lanjut, Latief menjelaskan bahwa kharisma Fuad Amin tidak luntur di mata masyarakat Madura meski dia sudah tersandung kasus. Apalagi, Fuad Amin merupakan cucu dari ulama besar Madura, KH. Muhammad Khalil Bangkalan atau yang sering dijuluki masyarakat Madura sebagai Syaichona Cholil.

Bukti masyarakat Madura masih mencintai Fuad Amin bisa dilihat dari jumlah kunjungan ke Lapas Sukamiskin. Sedikitnya 200 orang Madura datang ke lapas setiap bulan. Mereka bahkan membawakan masakan khas madura kesukaan Fuad Amin seperti bebek sinjay bangkalan dan soto madura.

"Ini membuktikan bahwa sosok beliau memang dicintai masyarakat Bangkalan sebagai pengayom," tutur Latief.

Latief kemudian menjelaskan bahwa Fuad memiliki jasa yang besar dalam pembangunan jembatan Surabaya-Madura (Suramadu). Pembangunan ini sempat ditolak masyarakat Madura karena dikhawatirkan dapat menggerus laju kerusakan budaya dan kearifan lokal masyarakat.

KH. Fuad Amin tampil di garda terdepan dengan menjelaskan ke masyarakat bahwa ia melihat dampak positif jembatan Suramadu demi percepatan dan kemajuan masyarakat Madura.

Fuad Amin yang dipercaya Gubernur Jawa Timur Imam Utomo pada tahun 2004 sebagai Ketua Tim 9 hadir untuk menjelaskan kepada masyarakat bahwa jembatan Suramadu berdampak positif dan mempercepat kemajuan masyarakat Madura.

"Beliau sebagai tokoh masyarakat Madura yang berani berseberangan pendapat dengan tokoh masyarakat Madura saat itu demi kemaslahatan bersama dan kemajuan umat," pungkasnya.

Terbukti, kini jembatan Suramadu bermanfaat besar bagi percepatan dan pemerataan perekonomian masyarakat Madura. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya