Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Informasi A1 Panglima TNI Tidak Akurat, So What?

MINGGU, 24 SEPTEMBER 2017 | 19:30 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Publik sedang menanti babak berikutnya.

Pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bahwa ada sebuah institusi non militer yang memesan 5.000 pucuk senjata ternyata tidak akurat.

Pernyataan itu disampaikan di hadapan para purnawirawan dalam pertemuan hari Jumat (22/9) di Mabes TNI Cilangkap. Gatot Nurmantyo beberapa kali mengatakan informasi yang dia peroleh berasal dari informasi intelijen A1.


Gatot juga menegaskan, pihaknya tidak segan-segan menghadapi institusi yang disebutnya mencatut nama Presiden Joko Widodo.

Ternyata, informasi yang disampaikan Gatot Nurmantyo tidak akurat sama sekali. Jauh dari A1.

Menko Polhukam Wiranto membantah pernyataan Gatot dalam jumpa pers khusus yang digelar Minggu sore di kantornya (24/9).

Kata Wiranto, bukan 5.000, tetapi 500 senjata yang hendak dibeli Badan Intelijen Negara (BIN). Itupun yang dipesan bukan senjata dari luar, melainkan senjata dari PT Pindad.

Menurut Wiranto ada semacam miskomunikasi antara pihak TNI dan BIN. Wiranto juga mengatakan sudah mengkonfirmasi langsung hal ini kepada Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kepala BIN Budi Gunawan, dan Kapolri Tito Karnavian.

Wiranto juga mengatakan, situasi akan stabil, dan berharap tidak ada spekulasi mengenai kejadian ini.

Tetapi tentu saja, harapan agar tidak ada spekulasi mengenai apa yang kira-kira terjadi selanjutnya tidak bisa dipenuhi. Publik, khususnya kalangan pemerhati politik, memiliki sekian banyak pertanyaan mengenai apa yang akan terjadi selanjutnya.

Kekeliruan Panglima TNI Gatot Nurmantyo tidak bisa dianggap sebagai hal yang biasa. Apalagi, intonasi yang digunakannya dapat dikategorikan cukup keras. Dengan sedikit bernada ancaman.

Kalau lah yang disampaikannya itu dianggap sebagai kekeliruan, lantas apa yang akan terjadi selanjutnya?

Apakah dia akan diberi sanksi? Kalau diberi sanksi, sanksi seperti apa? Sejauh ini yang terbayangkan sebagai sanksi untuk seorang Panglima TNI adalah pencopotan.

Gatot pernah mengatakan, bahwa paling lama, masa jabatannya akan berakhir pada Maret 2018. Apakah Gatot berharap dirinya dicopot di tengah jalan?

Apakah Presiden Joko Widodo mau menghentikan karier Gatot sebelum waktunya?

Kalau tidak diberi sanksi, apakah Gatot akan diberi teguran dan diminta agar lebih berhati-hati berbicara di depan publik?

Publik masih menunggu, setelah ini, so what? [dem]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya