Berita

Foto/Net

Nusantara

Kesbangpol Diminta Sering Terjun Ke Lapangan

SABTU, 23 SEPTEMBER 2017 | 14:41 WIB | LAPORAN:

. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Ditjen Polpum) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bidang politik dan pemerintahan umum di Jogyakarta, Rabu lalu (20/9). Peserta Rakornas adalah para kepala bagian Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Provinsi, Kabupaten/Kota dari seluruh Indonesia.

Narasumber berasal dari lingkup Ditjen Polpum dan terdapat sempat narasumber dalam sesi ini yaitu Lutfi TMA Direktur Ketahanan Ekonomi, Sosial dan Budaya, kemudian Laode Ahmad Direktur Organisasi Kemasyarakatan, serta Heru Matador Plt. Direktur Kewaspadaan Nasional, dan Hartono Kepala Subdit yang mewakili Direktur Bina Ideologi Karakter Wawasan dan Kebangsaan, kemudian moderator adalah Handoko Taruna Kepala Bagian Keuangan Sekretariat Ditjen Polpum.

Dalam kesempatan itu Lutfi TMA menjelaskan terkait kerukunan umat beragama dan tentang peredaran pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.


Lutfi TMA mengatakan bahwa di Indonesia beruntung dengan keberagaman terutama keberagaman agama, yang merupakan kenikmatan jika dapat mengelola dengan baik, namun apabila idak mampu mengelola maka akan menjadi bencana.

"Beberapa waktu yang lalu mungkin hitungan bulan ada yang coba-coba menggerakan masyarakat dengan mengatasnamakan agama, nah, mudah-mudahan kita mampu. lalu bagaimana cara kita mengatasi ini semua? Yang kita perlukan adalah kearifan kita, kedewasaan kita, dalam mengisi keberagaman. kita sudah sepakat berorganisasi yang namanya negara Indonesia, Pancasila pilihan dari kita, diluar dari itu ya sudah tidak ada. Kita sudah sepakat beragam," kata Lutfi TMA dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/9).

Lutfi TMA melanjutkan agar Kesbangpol Provinsi dan Kabupaten/Kota harus sering menemui toko-tokoh agama, sekolah, mahasiswa, pelajar, dengan memberikan pemahaman, kematangan, kearifan dan kedewasaan tentang keberagaman agama dengan membuat desain dan kebijakan.

"Memberikan pemahaman, kematangan, kearifan dan kedewasaan tentunya harus mampu kita desain, bagaimana kita membuat suatu strategi dan membuat kebijakannya atau pedoman, ini loh acuannya jadi kita enak komunikasinya, jadi kita tidak berdasarkan kita sendiri," ujarnya.

Kemudian terkait narkoba, Lutfi TMA menjelaskan hampir 5,6 juta yang telah meninggal dikarenakan barang haram tersebut. Indonesia sekarang bukan lagi merupakan negara transit narkoba tetapi merupakan negara pemakai, baik semua lapisan semua umur, level dan jabatan di kota sampai ke desa. Lanjut Lutfi, apabila ini dibiarkan 30 tahun lagi kita akan mengalami lost generation.

"Harapan kami Bapak Ibu Kesbangpol Provinsi, Kabupaten/Kota tolong Pak membentuk perda-perda penanganan narkotika, substansinya adalah bagaimana Bapak melakukan pencegahan, pengawasan, rehabilitasi, dan bagaimana Bapak menganggarkan," harap Lutfi.

Terakhir, Lutfi menjabarkan sebagai informasi Provinsi yang telah membentuk perda-perda tentang narkoba, yaitu Provinsi DIY, Provinsi Sulawesi Barat dan Bangka Belitung.

"Diharapkan kepada Provinsi, dan Kabupaten/Kota yang lain dapat membentuk perda-perda dengan acuan Permendagri yang sudah ada, Bapak bentuk, ini ancamannya adalah ancaman peradaban," harap Lutfi. [rus]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya