Berita

Foto/KBRI Moskow

Politik

Promosi Pariwisata Indonesia Di Rusia Terus Digencarkan

JUMAT, 22 SEPTEMBER 2017 | 09:52 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Wisatawan Rusia ke Indonesia terus meningkat. Promosi pariwisata Indonesia di Rusia terus dikemas untuk semakin memikat warga Rusia berwisata ke Tanah Air.

Setelah Festival Indonesia pada 4-6 Agustus lalu, Indonesia hadir pada Pameran Pariwisata Internasional ke-39 "Otdykh Leisure" di Moskow pada 19-21 September 2017. Kementerian Pariwisata RI bersama para pelaku industri pariwisata Indonesia dan didukung KBRI Moskow menyajikan tujuan-tujuan wisata menarik di Nusantara di Paviliun "Wonderful Indonesia" seluas 80 meter persegi.

Para pengunjung tidak hanya mencari informasi tentang tempat-tempat tujuan wisata di Indonesia, mereka juga mendapat suguhan kopi Indonesia oleh barista yang didatangkan langsung dari Indonesia dan makanan-makanan kecil khas Indonesia yang disajikan KBRI Moskow. Penampilan tarian-tarian tradisional oleh para penari baik dari Indonesia maupun KBRI menambah semarak dan nuansa Indonesia.


"Saya sudah berencana berlibur ke Indonesia pada bulan Desember nanti selama satu bulan dan akan mengunjungi pulau-pulau di Indonesia," kata Denis, salah seorang warga Rusia yang mengunjungi Paviliun Indonesia dan menanyakan Raja Ampat. seperti dalam keterangan KBRI Moskow, Jumat (22/9).

Indonesia menjadi salah satu tujuan wisata warga Rusia, khususnya Bali. Pada periode Januari-Juli 2017 wisatawan Rusia ke Indonesia naik 57,16 persen menjadi 66.074 orang, dibandingkan periode yang sama tahun 2016. Kenaikan ini merupakan yang tertinggi di antara negara-negara di dunia yang kemudian disusul Tiongkok sebesar 45,06 persen. Pada tahun 2016 wisatawan Rusia ke Indonesia sebanyak 80.514 orang, naik 22,54 persen dari tahun 2015. Tahun 2017 ditargetkan 108 ribu wisatawan Rusia ke Indonesia. Dengan melihat kecenderungan kenaikan saat ini, target tersebut tampaknya akan terlampaui.

Kepala Bidang Promosi Pasar Eropa Kementerian Pariwisata RI, Maria Mayabubun mengatakan Indonesia terus menggalakan promosi berbagai destinasi wisata Indonesia lainnya selain Bali, seperti 10 destinasi baru yang disebut "New Bali". Menurutnya, wisatawan Rusia sangat potensial bagi Indonesia dan kehadiran Indonesia pada Otdykh Leisure ini untuk lebih menyakinkan warga Rusia berkunjung ke Indonesia.

"Indonesia masih perlu melakukan promosi yang gencar, termasuk melalui misi penjualan ke sejumlah daerah di Rusia yang potensial, seperti St. Petersburg, Yekaterinburg, Novosibirsk dan Vladivostok," kata Maria Mayabubun.

Otdykh Leisure diselenggarakan setiap tahun pada bulan September untuk menyambut liburan musim dingin di Rusia dan Eropa. Pameran kali ini diikuti 674 peserta dari 64 negara Eropa, Asia Pasifik, Timur Tengah dan Afrika. Potensi wisatawan Rusia yang dikenal sebagai big spender menjadi target utama negara-negara yang mengembangkan sektor pariwisata.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi mengatakan besarnya potensi wisatawan Rusia belum sepenuhnya digarap optimal oleh Indonesia, seperti wilayah tengah dan timur jauh Rusia. Untuk itu, diperlukan kesinergian antara KBRI dan pelaku kepetingan di Indonesia, baik pemerintah maupun pelaku bisnis industri pariwisata. Berbagai konsep promosi terus dilakukan, termasuk melalui Festival Indonesia.

"Secara geografis wilayah tengah dan timur jauh Rusia lebih dekat ke Indonesia, dari pada wilayah Rusia bagian Eropa, sehingga tidak membutuhkan waktu tempuh lama jika ada penerbangan langsung atau charter flight," ujar Duta Besar Wahid.

Duta Besar Wahid berharap Garuda dapat mempertimbangkan untuk terbang langsung ke Rusia karena tidak saja berdampak pada sektor pariwisata saja, tetapi juga perdagangan, arus barang dan jasa. Beberapa negara di Asia Tenggara, seperti Singapura, Vietnam dan Bangkok sudah memiliki penerbangan langsung ke Moskow atau beberapa kota besar lainnya di Rusia sehingga wisatawan Rusia mengalir ke negara-negara tersebut.

"Setiap kali berkunjung ke daerah-daerah, saya ditanya oleh orang Rusia kapan Garuda terbang langsung ke Rusia," ujar Duta Besar Wahid.

Melihat potensi yang besar ini, tour operator "Coral Travel" akan melakukan penerbangan charter langsung dari Yekaterinburg ke Denpasar sebanyak tiga kali setiap bulan mulai 31 Oktober 2017 hingga 28 Mei 2018 dengan kapasitas 300 orang setiap penerbangannya. Sedangkan tour operator "Pegasus" akan melakukan 14-16 penerbangan charter langsung dari Moskow ke Denpasar selama periode 29 Desember sampai 30 Mei 2018 dengan kapasitas 400 orang setiap penerbangan. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya