Berita

Foto: Humas ACT

Nusantara

2 Ribu Ton Beras Untuk Rohingya Lepas Jangkar Menuju Bangladesh

JUMAT, 22 SEPTEMBER 2017 | 09:25 WIB | LAPORAN:

Bantuan kemanusiaan masif sebesar 2 ribu ton beras telah dilayarkan langsung dari Terminal Petikemas Surabaya, Kamis (21/9).

Seremoni pelepasan Kapal Kemanusiaan untuk Rohingya dihadiri oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Presiden Aksi Cepat Tanggap Ahyudin.

Pelepasan Kapal Kemanusiaan untuk Rohingya ditandai dengan penekanan tombol sirine sebagai simbolis kapal berlayar.


Kapal Kemanusiaan untuk Rohingya siap lepas jangkar menuju Pelabuhan Chittagong, Bangladesh, membawa empati bangsa Indonesia dalam rupa 2 ribu ton beras.

Dalam pidato pembukanya, Khofifah menyampaikan, ikhtiar kemanusiaan tersebut berhasil mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat Indonesia.

“Kami, Kementerian Sosial, merasa public-private partnership di negeri ini terbangun. Ada bantuan kemanusiaan yang secara resmi dilepas oleh Presiden RI Joko Widodo. Ada juga bantuan kemanusiaan yang digalang oleh masyarakat Indonesia. ACT menjadi lembaga kemanusiaan sekaligus kanal bagi banyak masyarakat Indonesia yang saat ini ingin menyalurkan kepeduliannya untuk saudara-saudara  Rohingya," papar Khofifah sebagaimana rilis dari Manager Komunikasi dan Media Network Aksi Cepat Tanggap (ACT), Lukman Azis Kurniawan kepada redaksi, Jumat (22/9).

Sebelumnya, tepatnya Selasa (19/9), 2.000 ton beras itu dilepas secara simbolis oleh Ahyudin selaku Presiden ACT dari Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora. Iring-iringan kontainer disambut meriah oleh ribuan warga Cepu.

“Bahwa dari Bumi Blora, mewakili Indonesia yang besar, kita kirimkan 2.000 ton beras memberi perhatian besar untuk Rohingya yang sedang mengalami penderitaan besar," tutur Ahyudin selagi melepas konvoi kontainer menuju Tanjung Perak, Surabaya.[wid]  

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya