Berita

Rumah Kaca

Puncak Pelaksanaan Hari Puisi Indonesia Ke-5 Digelar Di TIM Awal Oktober

JUMAT, 22 SEPTEMBER 2017 | 08:26 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Puncak pelaksanaan Hari Puisi Indonesia (HPI) ke-5 akan digelar di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada awal bulan Oktober ini, (Minggu-Rabu, 1-4/10). Sebelumnya telah disemarakkan dengan perayaan hari puisi se-Indonesia dari Aceh hingga Papua.

Mengangkat tema "Harga Hidup Puisi Indonesia sebagai Perekat Kebinekaan dan Semangat Keindonesiaan", pelaksanaan HPI tahun ini diisi dengan rentetan kegiatan dan acara. Disamping Sayembara Buku Puisi, Parade Puisi, Malam Anugerah, Panggung Apresiasi, juga akan menerbitkan dan meluncurkan Buku Biografi Penyair-Apa dan Siapa Penyair Indonesia.

Acara dimulai dengan Sayembara Buku Hari Puisi Indonesia 2017 yang dibuka sejak 20 April hingga 20 September 2017. Sayembara Buku Puisi sampai saat ini telah diikuti oleh 200 buku puisi yang telah sampai ke meja panitia.


Kemudian Tim Penyusun Buku Biografi Penyair - Apa dan Siapa Penyair Indonesia yang dijalankan sejak Maret hingga 18 September  2017 setidaknya telah menerima sekitar 1000 biografi penyair seluruh Indonesia.

Buku Biografi Penyair-Apa dan Siapa Penyair Indonesia ini nantinya akan diluncurkan pada Malam Anugerah Hari Puisi Indonesia di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, tanggal 04 Oktober 2017.

Selain meluncurkan buku babon itu, Malam Anugerah Hari Puisi Indonesia akan diisi dengan pembacaan puisi oleh tiga penyair pilihan: Gonawan Mohammad, Sutardji Calzum Bachri, dan Abdul Hadi WM, kemudian para Menteri pilihan, Duta Besar pilihan, dan diisi juga dengan Pidato Kebudayaan oleh Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid.

Dalam keterangan pers yang diterima pagi ini, Panitia saat ini sedang berusaha menghadirkan Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo.

Pada Malam Anugerah Hari Puisi Indonesia juga melaksanakan pemutaran video lima tahun perjalanan HPI dan pengumuman sekaligus penyerahan hadiah Sayembara Buku Hari Puisi Indonesia 2017.

Rangkaian acara HPI 2017 dimulai dengan pelaksanaan Panggung Apresiasi Hari Puisi Indonesia 2017 tanggal 1-2 Oktober di selasar Taman Ismail Marzuki yang disemarakkan oleh penampilan perwakilan 75 penyelenggara Hari Puisi Indonesia, pembacaan puisi oleh wartawan antara lain: Mustofa Ismail, Iwan Kurniawan, Budi Awan, Jodhi Yudono, dan lain-lain, juga pembacaan puisi oleh artis antara lain: Reza Rahardian, Ine Febrianti, dan lain-lain.

Kemudian tanggal 3 Oktober 2017 dilaksanakan Parade Baca Puisi yang diikuti oleh pejabat, pengusaha, tokoh, dan penyair di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki. Pejabat yang sudah mengkonfirmasi untuk membacakan puisi, antara lain: Anggota DPR RI (Lukman Edi, Arya Bima, dan Nurozi), Walikota dan Bupati, antara lain: Walikota Depok, Walikota Tanjung Balai, Walikota Banjarmasin, Wakil Walikota Batam, Bupati Lingga, Bupati Karang Anyar, Wakil Bupati Natuna.

Sedangkan dari tokoh dan pengusaha antara lain: Siswono Yudohusodo, A. Slamet Widodo, Riri Satria, dan dari penyair antara lain: Radhar Panca Dahana, Ahmadun Yosi Herfanda, Sihar Ramses Simatupang, dan Nisa Ringganis. [zul]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya